Breaking News:

MUFFEST 2021 Digelar di Yogyakarta, Tampilkan Kreasi Fashion Karya Anak Bangsa

Kain tenun misalnya. Merupakan salah satu bentuk buah tangan yang dibuat secara tradisional dan memiliki nilai yang tinggi.

Editor: Willem Jonata
Tribunnews/Herudin
Model menampilkan pakaian tiga desainer saat peragaan busana Sustainably Modest dalam rangka Muslim Fashion Festival (Muffest) 2021, di Jakarta Selatan, Sabtu (27/3/2021). Asia Pacific Rayon (APR) berkolaborasi dengan tiga produsen pakaian asal Indonesia, yakni Inen Signature, Geulis, dan Salt n Peper menampilkan busana-busana muslim yang menggunakan bahan baku ramah lingkungan untuk mengkampanyekan pelestarian alam sekaligus menyambut bulan suci Ramadan. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia kaya kearifan lokalnya. Baik itu dalam bentuk adat tradisi, makanan lokal, hingga pakaian adat yang dibuat dari kain yang beragam motifnya. 

Kain tenun misalnya. Merupakan salah satu bentuk buah tangan yang dibuat secara tradisional dan memiliki nilai yang tinggi.

Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kepala BLK Kendari Dr. La Ode Haji Polandi S.Pd.,M.Pd.

Hal ini dikarenakan lewat pelatihan yang diadakan selama pandemi, mereka dapat menghasilkan kain tenun khas Sulawesi Tenggara dari berbagai kabupaten.

Baca juga: Cerita Desainer Dela Dewi Hadiri Ajang Fashion Bergengsi di Los Angeles

Baca juga: Mengintip Titik Balik Industri Fashion Lokal di Tengah Pandemi

Dalam program tersebut diajarkan mendesain sebuah pakaian, menjahit dan berkolaborasi dengan penenun lokal .

Hasil dari tenunan tersebut akan ditampilkan dalam pameran Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2021 yang rangkaian acaranya diadakan di Yogyakarta sejak 31 Maret hingga 11 April 2021.

Model menampilkan pakaian tiga desainer saat peragaan busana Sustainably Modest dalam rangka Muslim Fashion Festival (Muffest) 2021, di Jakarta Selatan, Sabtu (27/3/2021). Asia Pacific Rayon (APR) berkolaborasi dengan tiga produsen pakaian asal Indonesia, yakni Inen Signature, Geulis, dan Salt n Peper menampilkan busana-busana muslim yang menggunakan bahan baku ramah lingkungan untuk mengkampanyekan pelestarian alam sekaligus menyambut bulan suci Ramadan. Tribunnews/Herudin
Model menampilkan pakaian tiga desainer saat peragaan busana Sustainably Modest dalam rangka Muslim Fashion Festival (Muffest) 2021, di Jakarta Selatan, Sabtu (27/3/2021). Asia Pacific Rayon (APR) berkolaborasi dengan tiga produsen pakaian asal Indonesia, yakni Inen Signature, Geulis, dan Salt n Peper menampilkan busana-busana muslim yang menggunakan bahan baku ramah lingkungan untuk mengkampanyekan pelestarian alam sekaligus menyambut bulan suci Ramadan. Tribunnews/Herudin (Tribunnews/Herudin)

"Menjadi salah satu bentuk kebanggaan dari Kendari. Dimana kain yang di desain dan akan ditampilkan itu berasal dari tenunan asli. Saya bangga pada karya anak anak kami yang dalam pelatihan menghasilkan desain yang Insyaallah, tidak kalah cantik," katanya pada acara MUFFEST 2021 di Yogyakarta, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Mendorong Industri Batik Tulis dan Lurik di Masa Pandemi

Selain membawa pakaian yang berbahan dasar kain tenun khas Sulawesi Tenggara, La Ode bersama murid pelatihannya juga membawa hal lain. Yaitu kain tenun yang dititipkan oleh masyarakat Sulawesi Tenggara.

Tujuannya adalah menunjukkan lewat ajang MUFFEST 2021 di Yogyakarta jika kreatifitas masyarakat amatlah bernilai tinggi.

Bahkan semakin bernilai jual besar kalau diolah dengan mengikuti trend fashion.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved