Breaking News:

Fatayat NU Azerbaijan Ajak Perempuan Lintas Negara Meneladani Spirit Kartini

Pada 21 April diperingati sebagai Hari Kartini oleh perempuan Indonesia. Terkait hal itu, Fatayat NU Azerbaijan menggelar diskusi.

Fatayat NU Azerbaijan
Fatayat NU Azerbaijan gelar diskusi dalam safari Ramadan berkonsep piknik. Kegiatan itu dihadiri seorang jurnalis Azerbaijan Zhala Najafova, guru bahasa Inggris & entrepreneur asal Fizuli Azerbaijan Leyla Cabrayilova dan Belka Acevedo Lozano pegiat migas dan kebudayaan asal Peru Amerika Latin serta feminis laki-laki dari Kazakhstan Ascar Muzaffar dan Nguyen Van Cuong asal Vietnam. 

"Alhasil, Azerbaijan menjadi negara pertama di Timur Eropa yang memberi perempuan hak memilih dan dipilih dan diberi hak untuk ikut serta dalam proses politik dalam kehidupan publik di Azerbaijan," katanya.

Sehingga, kata dia, sejak hari bersejarah itu hingga sekarang, tidak ada yang bisa menyangkal kontribusi besar perempuan Azerbaijan ke seluruh wilayah negara seperti Leyla Mammadbayova, pilot pertama Azerbaijan, Shafiga Akhundova, komposer yang menulis opera pertama Azerbaijan, insinyur minyak wanita pertama dan ahli kimia pertama Azerbaijan, akademisi Izzet Orujova juga berperan sebagai aktris wanita pertama dalam film "Sevil".

Baca juga: Ucapan Selamat Hari Kartini 21 April 2021 dalam Bahasa Inggris Beserta Terjemahannya

Patung Wanita Merdeka di tengah Baku yang sedang mengibaskan jilbabnya di atas alas yang tinggi juga diilhami oleh lakon "Sevil" dari Jafar Jabbarli.

Patung Perempuan Merdeka mencerminkan perjuangan perempuan yang memperjuangkan hak dan kebebasannya di Azerbaijan saat itu. Patung perempuan muda Azerbaijan yang melepas kerudungnya disajikan sebagai simbol kesetaraan sosial perempuan di Azerbaijan dan di Timur Eropa.

Dari diskusi yang digelar oleh Fatayat NU Azerbaijan tersebut, ada permasalahan yang masih krusial di Azerbaijan terkait kesetaraan gender.

Betul bahwa kaum perempuan selalu memperjuangkan kebebasannya, percaya pada potensi perempuan merdeka dan membuktikan diri dengan perbuatannya.

Sayangnya meski kebebasan beragama dan kebebasan tidak beragama disini belum diimbangi oleh kesadaran keberimbangan hak antara perempuan dan laki-laki.

Contohnya pekerjaan domestik dan rumah tangga serta pengasuhan anak di Azerbaijan yang secara otomatis diberikan kepada perempuan, mereka kehilangan waktu yang dapat mereka curahkan untuk diri mereka sendiri, kesempatan pendidikan, waktu luang dan kesempatan untuk memainkan peran penting dalam masyarakat.

Jabatan pengambilan keputusan utama dipegang oleh laki-laki di Azerbaijan, serta di seluruh dunia. Stereotipe yang kuat tentang perempuan dan laki-laki mengakibatkan ketidaksetaraan gender dan pelanggaran hak-hak perempuan.

Masalah gender yang ada di Azerbaijan sebagian besar disebabkan oleh mentalitas dan tradisi.

Halaman
1234
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved