Breaking News:

Penanganan Covid

Imbauan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia: Jangan Mudik, Lakukan Silaturahmi Virtual Saat Lebaran

Masyarakat diharapkan jangan lengah hanya karena jumlah kasus baru sempat turun, atau karena sudah divaksin.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penumpang membawa barang bawaan bergegas menuju bus yang akan membawa ke tempat tujuannya di Terminal Kampung Rambutan Jakarta, Rabu (5/5/2021). Jelang larangan mudik, Terminal Kampung Rambutan sepi penumpang karena beberapa PO Bus yang memiliki tujuan jarak jauh dan berangkat siang atau sore hari seperti ke Sumatera sudah menghentikan operasi khawatir sudah terkena larangan mudik pada Kamis 6 Mei 2021. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mendukung kebijakan larangan mudik pemerintah, sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Ketua Umum PDPI Agus Dwi Susanto mengatakan, belajar dari tahun lalu pada Idul Fitri 1441H/2021, tren kenaikan kasus 14 hari setelah hari Idul Fitri dengan kenaikan laju positif harian meningkat.

"Masyarakat tidak boleh lengah hanya karena jumlah kasus baru sempat turun, atau karena sudah divaksin," tegas Agus dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/5/2021).

Untuk itu, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengajak segenap masyarakat mengedepankan kepentingan kemanusiaan dan ikut berkontribusi menekan angka penularan, melalui enam rekomendasi ini.

Baca juga: Ketua DPR Minta Petugas Tegas Tapi Humanis Saat Hadapi Warga yang Nekat Mudik Lebaran

Pertama, Tetap melaksanakan protokol kesehatan 5M (Memakai masker; Mencuci tangan secara teratur; Menjaga jarak; Menjauhi kerumunan; serta Membatasi mobilisasi dan interaksi).

Kedua, Menjalani imunisasi/vaksinasi COVID-19.

Ketiga, Tetap mematuhi protokol Kesehatan 5 M walaupun sudah divaksin.

Keempat, Melakukan silaturahmi Idul Fitri secara virtual atau daring dan taat kepada aturan dilarang mudik.

Kelima, Setiap individu masyarakat mengambil peran pencegahan dan saling mengingatkan untuk mengatasi pandemi COVID-19.

Terakhir, tetap waspada dengan besarnya potensi gelombang kedua COVID-19 di Indonesia.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved