Breaking News:

Kualitas Tidur Memengaruhi Kebahagiaan Hubungan Seseorang

Ekonomi keluarga yang terpuruk akhirnya menjadi salah satu penyebab maraknya perceraian.

pixabay.com
Ilustrasi tidur 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 makin mendongkrak angka perceraian di Indonesia.

Ekonomi keluarga yang terpuruk akhirnya menjadi salah satu penyebab maraknya perceraian.

Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Magetan Jawa Timur misalnya.

Mereka mencatat ada 1.254 kasus perceraian selama satu tahun pandemi Covid-19 mulai Maret 2020 hingga Februari 2021.

Salah satu faktor tingginya angka perceraian diungkapkan karena masalah ekonomi.

Tahun lalu, gugatan perceraian di Jawa Barat pun meningkat selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Benarkah Tidur Dapat Pengaruhi Kesehatan Kulit? Begini Penjelasan Dokter

Laman resmi Pengadilan Agama Bandung, kabayan.pta-bandung.go.id, mencatat hingga 29 Agustus 2020, terjadi 55.876 perceraian di Jawa Barat.

Lonjakan angka gugatan dan permohonan cerai terjadi pada masa awal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilakukan yakni pada bulan Mei, Juni, dan Juli.

Angka gugatan cerai di Jawa Barat pun melonjak dari angka 2.734 pada Mei 2020 ke angka 12.617 pada Juni 2020.

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved