Breaking News:

Lifestyle

Mengenal Frugal Living dan Manfaatnya, Ini 6 Tips yang Bisa Dilakukan untuk Pemula

Gerakan frugal living awalnya populer dan dikembangkan oleh para penasehat keuangan. Konsepnya hampir sama dengan gaya hidup minimalism.

NONA
Ilustrasi Frugal living - Gerakan frugal living awalnya populer dan dikembangkan oleh para penasehat keuangan. Konsepnya hampir sama dengan gaya hidup minimalism. 

TRIBUNNEWS.COM - Pernah dengar istilah frugal living?

Dewasa ini, istilah frugal living makin gencar digaungkan.

Bahkan menjadi gaya hidup anak muda masa kini.

Padahal sebenarnya frugal living telah eksis sejak 2011.

Gerakan frugal living awalnya populer dan dikembangkan oleh para penasehat keuangan.

Konsepnya hampir sama dengan gaya hidup minimalism.

Yakni gaya hidup seminimal mungkin dan menghindari kepemilikan barang secara berlebihan.

Secara bahasa, frugal living berasal dari kata frugal yang artinya hemat, dan living yang artinya hidup.

Sehingga, frugal living bisa diartikan sebagai gaya hidup hemat.

Sehingga, frugal living bisa diartikan sebagai gaya hidup hemat.
Sehingga, frugal living bisa diartikan sebagai gaya hidup hemat.

Frugal living bisa diartikan gaya hidup yang cermat dan hemat dalam mengelola sesuatu tanpa mengesampingkan value atau nilai dari suatu barang.

Jika menerapkan frugal living dengan disiplin, seseorang akan memprioritaskan untuk membeli hal-hal yang penting.

Dengan kata lain ia akan mengurangi pengeluaran pada hal lain.

Dampak jangka panjangnya, ia memiliki kebebasan finansial.

Nah, gimana sih cara memulai gaya hidup frugal living?

Berikut ini tips menerapkan frugal living yang bisa kamu lakukan.

1. Alokasikan Gaji

Ketika kamu menerima gaji, langsung alokasikan untuk belanja kebutuhan bulanan.

Alokasi kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan pribadi dan rumah.

Mulai dari uang makan, transportasi atau bensin, dana hiburan (nongkrong, nonton, atau menjalani hobi), termasuk menabung atau investasi.

Cara mudahnya, bagi gaji atau pendapatanmu menjadi tiga pos utama, living, playing dan saving.

Bisa menggunakan perhitungan hiburan sebesar 20 % - 30%, menabung atau investasi 20%, sisanya untuk keperluan sehari-hari.

2. Hemat Anggaran Makan

Ilustrasi makan bersama keluarga
Ilustrasi makan bersama keluarga (Freepik)

Menerapkan frugal living erat kaitannya dengan anggaran makan.

Karena setiap hari manusia butuh makan dan banyak variasi menu makannya, jadi rencanakan dengan baik.

Usahakan untuk memasak sendiri di rumah, karena lebih hemat.

Beli bahan pokok selama seminggu, bagi ke dalam wadah, lalu simpan di freezer.

Namun ada kalanya kamu pasti ingin jajan makanan bukan?

Jangan ditahan, tapi anggarkan!

Bisa tetap hemat dengan memanfaatkan promo lho.

Di Tokopedia kamu bisa membeli aneka voucher merchant.

Termasuk voucher Grab dan voucher Go Food, hingga bisa kamu dapatkan di sini.

Harga voucher Go Food 100 rb lebih murah 12%, bisa dibeli dengan Rp 88 ribu aja!

Bisa tetep makan cantik sekaligus menghemat pengeluaranmu bukan.

Eit, tapi jangan sampai terlena dengan promolain untuk membeli barang yang sia-sia ya.

3. Jangan Gengsi

Di antara kita tentunya pernah mendahulukan kebutuhan status sosial, atau ingin mendapatkan pengakuan di lingkungan sekitar.

Inilah salah satu penyebat kita sering tergoda ingin membeli barang yang tidak penting.

Jangan malu untuk hidup hemat dan seadanya.

Karena, sejatinya, kita hidup untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain.

Tidak perlu repot memenuhi ekspektasi orang lain dengan membeli barang yang sangat mahal.

Penuhi saja apa yang kita butuhkan, bukan apa yang mereka butuhkan, toh pada akhirnya, orang lain tidak akan selamanya peduli terhadap kehidupanmu.

4. Menabung dan Investasi

Frugal living bisa diartikan gaya hidup yang cermat dan hemat
Frugal living bisa diartikan gaya hidup yang cermat dan hemat dalam mengelola sesuatu tanpa mengesampingkan value atau nilai dari suatu barang.

Manfaat gaya hidup frugal living tujuannya untuk memiliki kebebasan finansial.

Menabung tak hanya diartikan menabung di rekening bank saja, tetapi juga berinvestasi.

Setidaknya sediakan 20% dari gaji atau pendapatan pokok, kamu bisa membaginya masing-masing 10% untuk menabung dan investasi.

Pilih produk investasi yang bersifat jangka menengah (reksa dana pendapatan tetap, logam mulia, atau obligasi) atau jangka panjang (investasi emas, saham, reksa dana saham, atau obligasi 10 tahun).

5. Jaga Kesehatan

Sering dengar istilah sakit itu mahal?

Ternyataan ini tak sepenuhnya salah, sebab ketika sakit, tak sedikit uang yang harus dikeluarkan.

Mulai dari untuk makan yang lebih sehat sampai biaya dokter hingga obat semuanya memerlukan uang yang tidak sedikit.

Maka dari itu, kita harus selalu menjaga kesehatan diri.

Lakukan olahraga rutin, tak perlu di gym, berlari di sekitar rumah selama 20 menit per hari pun tetap bisa menjaga kebugaran tubuh.

Menjalani pola hidup frugal mungkin akan terasa berat di awal.

Tapi dengan tekad dan prinsip yang kuat, kamu akan mampu disiplin dalam mengelola uang tiap bulannya.

6. Jual Barang yang Tak Digunakan

Barang yang tidak digunakan tetapi kondisinya masih bagus hanya membuat ruangan sesak.

Ada baiknya kamu menjual barang (preloved) tersebut.

Misalnya baju yang masih layak pakai, buku yang sudah tidak dibaca, peralatan makan yang jarang digunakan, hingga sepatu yang kekecilan, dan masih banyak lagi.

Manfaat dari menjual barang-barang tersebut, kamu akan mendapatkan uang tambahan, memiliki ruangan yang cukup lega, dan efek psikologisnya adalah lebih bahagia.

(Tribunnews.com/ Dipta)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved