Breaking News:

Tanaman Hias dari Kalimantan Pukau Mancanegara 

Setahun terakhir, tren koleksi tanaman hias menjadi salah satu yang paling digemari selama berkegiatan di rumah. 

tangkapan layar
Tanaman hias dari Kalimatan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Selama pandemi Covid-19, kegiatan lebih banyak dilakukan di rumah. Hal ini membuat orang-orang mengubah gaya hidup hingga hobi mereka. 

Setahun terakhir, tren koleksi tanaman hias menjadi salah satu yang paling digemari selama berkegiatan di rumah. 

Menurut pemilik Han Garden sekaligus pembudidaya, pemulia dan kolektor tanaman hias, Handry Chuhairy, jenis tanaman hias masih bertahan pada tanaman dedaunan (ornamental plants-foliage
plants-aroid)

Dan pada 2021 sekarang, tanaman hias bukan lagi merupakan gaya hidup. Ke depan, pada 2022 tanaman hias bisa sebagai kebutuhan. Lalu berubah menjadi fashion. 

Baca juga: Hobi Pelihara Tanaman Hias Sejak Pandemi, Maudy Koesnaedi Belajar Ikhlas

Beruntungnya, Indonesia berada pada garis equator atau khatulistiwa yang merupakan imajiner bumi belahan utara dan selatan. 

Beberapa daerah yag dilalui garis ini adalah Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku. 

Tanaman hias 50495
Tanaman hias.

Berada di sekitar garis khatulistiwa membuat Indonesia banyak ditemukan berbagai jenis tanaman hias

"Saat ini trend nya adalah vertical garden, ornamental plants, Patio garden, foliage plants. Selain itu ada Trend Urban Jungle, aroid plants, tren interior urban jungle oleh kaum milenial, era marketing digital 4.0," ungkapnya pada Webinar virtual Alinea ID, Selasa (28/9/2021). 

Dan baru-baru ini tren mengarah pada tanaman hias dari Kalimantan Barat. Di antaranya tanaman Aracea yaitu Scindapsus, Rhapidophora, homalomena, Shcismatoglottis, alocasia, colocasia, amydrium dan epipremnum. 

"Nah ini ternyata memukau seluruh dunia bahwa tanaman, endemik di Indonesia itu merupakan sesuatu yang diburu," katanya lagi. 

Kondisi hutan-hutan di Indonesia terutama yang dilalui garis khatulistiwa mendukung adanya mutasi pada tanaman hias ini. Tidak hanya dari segi bentuk, tapi juga warna. 

"Dari warna pun banyak. Ada yang keluar varian warna putih, kuning maupun marbel dan sebagainya. Dan ini seperti mode, fashion," pungkasnya.

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved