Cara Menyimpan Buah yang Benar agar Tidak Cepat Membusuk

Beberapa langkah yang dapat dilakukan agar buah dan sayur dapat bertahan lama dan kandungan gizinya tetap terjaga.

Shutterstock
Ilustrasi. Setiap 1 Juli tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Buah Sedunia. Sayur dan buah merupakan sumber vitamin dan mineral terbaik. Sayangnya, dalam proses mengolahnya sering kali tidak tepat. Akibatnya nutrisi yang terkandung hilang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Setiap 1 Juli tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Buah Sedunia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan tahun 2021 sebagai tahun buah dan sayuran internasional untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat nutrisi dan kesehatan serta mengurangi kerugian dan pemborosan dalam sistem pangan

Sayur dan buah merupakan sumber vitamin dan mineral terbaik.

Sayangnya, dalam proses mengolahnya sering kali tidak tepat. Akibatnya nutrisi yang terkandung hilang.

Berikut cara mengolah buah dan sayur yang tepat seperti yang dipaparkan Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM Aviria Ermamilia, S.Gz., M.Gizi., RD,.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar buah dan sayur dapat bertahan lama dan kandungan gizinya tetap terjaga.

Menurutnya, dimulai dengan memilih buah dan sayur dengan kualitas yang baik, yaitu harus utuh, minim goresan, dan kematangan yang pas. 

Setelah itu, penyimpanan buah dan sayur secara umum harus memperhatikan suhu, menjaga kelembapan dan sirkulasi udaranya.

Buah dan sayur dapat disimpan di kulkas dengan suhu rendah (kurang dari tiga derajat celcius).

“Hal ini memberikan aktivitas minimal untuk enzim perusak atau yang membuat buah dan sayur membusuk lebih cepat," kata dia dikutip dari laman ugm, Sabtu (2/7/2022).

 Namun, ada beberapa buah seperti pisang yang untuk tidak dimasukkan dalam kulkas karena justru akan mempercepat proses pencoklatan dan akan menjadi kurang baik.

"Selain itu, pisang juga mempercepat proses pembusukan bahan makanan lain sehingga penyimpanannya sebaiknya dipisah dengan bahan masakan lain karena pisang mempunyai gas etilen,” papar Aviria.

Baca juga: Manfaat Buah Raspberry untuk Kesehatan: Dapat Kurangi Tanda-tanda Penuaan

Aviria menyampaikan bahwa beberapa buah mengandung zat-zat penting dalam kulit buah, salah satunya zat antosianin untuk antioksidan dan anti inflamasi.

Buah yang mengandung zat ini contohnya adalah buah apel, anggur, stroberi, pir, dan sebagainya sehingga untuk memperoleh manfaatnya, dapat mengonsumsinya dengan kulit buah sekaligus.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved