Kamis, 16 April 2026

Bacaan Doa

Doa Mengusir Semut Tanpa Menyakiti yang Diambil dari Ayat Al-Qur'an

Doa mengusir semut tanpa menyakiti diambil dari Al-Qur'an Surat An-Naml ayat 18, mengisahkan seekor semut yang tak ingin terinjak oleh Nabi Sulaiman.

|
befungky/Tribunnews
DOA MENGUSIR SEMUT - Gambar dibuat di befungky, Kamis (16/10/2025). Doa mengusir semut tanpa menyakiti diambil dari Al-Qur'an Surat An-Naml ayat 18, mengisahkan seekor semut yang tak ingin terinjak oleh Nabi Sulaiman. 

TRIBUNNEWS.COM - Semut merupakan salah satu binatang yang disebutkan di dalam Al-Qur'an.

Doa mengusir semut terdapat di dalam Al-Qur'an Surat An-Naml ayat 18 ketika Nabi Sulaiman yang memiliki mukjizat berbicara dengan hewan hendak melewati lembah semut.

Pada ayat tersebut, seekor semut berkata kepada koloninya dan meminta mereka untuk masuk ke sarang agar tidak terinjak oleh Nabi Sulaiman dan bala tentaranya yang tidak menyadari kehadiran para semut.

Dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi yang ditulis Syamsuddin Noor, S.Ag., dijelaskan, Nabi Sulaiman tersenyum ketika mendengar suara semut yang ketakutan jika terinjak.

Nabi Sulaiman kemudian bersyukur kepada Allah atas mukjizatnya dan memohon agar diberi rahmat sebagai orang yang saleh, sebagaimana disebutkan pada ayat ke-19.

Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An-Naml: 19)

Ada pun doa mengusir disebutkan dalam Al-Qur'an Surat An-Naml ayat 18.

Doa Mengusir Semut

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Yā ayyuhan-namlu dkhulū masākinakum, lā yaḥṭimannakum Sulaymān wa junūduhū wa hum lā yasy’urūn

Artinya: "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari." (QS. An-Naml: 18)

Baca juga: Doa ketika Mengeluarkan Uang dari Dompet agar Berkah dan Halal

Larangan Membunuh Semut

Semut digambarkan sebagai hewan yang selalu bertasbih kepada Allah dan  dijelaskan Rasulullah melarang untuk membakar semut.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., bahwa Rasulullah saw bersabda: ada empat jenis binatang yang merayap yang tidak boleh dibunuh, yaitu: semut, lebah, burung hud-hud dan burung shurad”.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Namun, hewan-hewan tersebut boleh dibunuh jika mereka mendatangkan bahaya, sebagaiman disebutkan dalam hadis.

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda : “Pada suatu saat, seorang nabi diantara para nabi beristirahat dibawah pohon. Tiba-tiba seekor semut menggigitnya. Dia lantas menyuruh temannya untuk memindahkan barang-barangnya dari bawah pohon itu dan meminta agar sarang semut itu dibakar. Lalu Allah mewahyukan kepadanya,”mengapa kau tidak bunuh satu semut saja?”” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menjelaskan manusia hanya boleh membunuh hewan yang menyakitinya dan tidak ikut membunuh hewan lain yang tidak bersalah.

Allah menegur Nabi yang memerintahkan untuk membakar sarang semut yang dapat membunuh koloni semut padahal yang menggigitnya hanya satu semut.

Dalam riwayat lain, Rasulullah melarang manusia untuk membunuh semut dengan cara dibakar, karena itu sama dengan menyiksanya, seperti dijelaskan dalam laman Muhammadiyah.

Dari Abdullah bin Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Kami bersama Rasulullah dalam perjalanan. Beliau hendak menunaikan hajat. Kemudian kami melihat seekor burung dengan dua anaknya, dan kami mengambil kedua anaknya. Induknya datang mengepakkan sayapnya. Rasulullah datang dan bersabda, ‘Siapa yang merebut anaknya? Kembalikan anaknya kepadanya.’ Lalu beliau melihat kampung semut yang telah kami bakar. Beliau bertanya, ‘Siapa yang membakar ini?’ Kami menjawab, ‘Kami.’ Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya tidak pantas menyiksa dengan api kecuali Rabb (Pemilik) api.’” (HR. Abu Dawud, dinyatakan sahih)

Cara Mengusir Semut dengan Bahan Alami

Laman Kantor Pemerintah Provinsi Jambi menulis beberapa bahan yang dapat digunakan untuk mengusir semut tanpa menyakiti mereka.

  • Minyak kayu putih, bahan ini memiliki aroma kuat dan tajam yang tidak disukai para semut.
  • Kemangi, dapat digunakan untuk mengusir semut dengan cara meletakkan tanaman kemangi di dekat sarang semut.
  • Kapur barus, bahan ini juga memiliki aroma menyengat yang tidak disukai para semut, dengan cara meletakkanya di dekat semut.
  • Bubuk cabe, ini merupakan bahan alami yang dapat digunakan dengan cara menaburkannya di dekat jalur semut.
  • Bubuk kopi, aroma khas kopi tidak disukai semut sehingga dapat digunakan untuk memblokir jalur semut dan membuat semut memindahkan sarangnya.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved