Kamis, 30 April 2026

Bacaan Doa

Doa Nabi Ibrahim Ketika Dibakar Hidup-hidup oleh Raja Namrud

Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup oleh kaum Raja Namrud sebagai hukuman karena menghancurkan berhala. Allah Swt menyelamatkannya dari panasnya api.

Tayang:
Tribunnews.com
DOA NABI IBRAHIM - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky, Senin (15/12/2025). Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup oleh kaum Raja Namrud sebagai hukuman karena menghancurkan berhala. Nabi Ibrahim berdoa dan Allah Swt menyelamatkannya dari panasnya api. 
Ringkasan Berita:
  • Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud karena menghancurkan berhala yang mereka sembah.
  • Sebelum berada di dalam kobaran api, Nabi Ibrahim memohon pertolongan Allah Swt.
  • Doa Nabi Ibrahim ketika dibakar juga dibaca oleh kaum Nabi Muhammad Saw ketika menghadapi ancaman perang.


TRIBUNNEWS.COM -
Nabi Ibrahim merupakan salah satu nabi yang diutus oleh Allah Swt.

Kisah hidup Nabi Ibrahim yang terkenal yaitu ketika ia dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud.

Dalam Al-Quran Kemenag disebutkan bahwa Allah Swt menyelamatkan Nabi Ibrahim dengan membuat api yang membakarnya menjadi dingin.

“Kami berfirman: ‘Wahai api! Jadilah engkau dingin dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim.’” (QS. Al-Anbiya’ (21): 69)

Sebelum Nabi Ibrahim dilempar ke dalam kobaran api, beliau berdoa kepada Allah Swt dan menyerahkan semuanya kepada-Nya.

Dalam hadis disebutkan kalimat terakhir yang diucapkan Nabi Ibrahim sebelum berada dalam kobaran api, seperti dijelaskan BAZNAS dalam lamannya.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Hasbunallāhu wa ni‘mal wakīl (Cukuplah Allah itu sebagai penolongku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung) diucapkan oleh Ibrahim ‘alaihis salam ketika beliau dilempar ke dalam api, dan juga diucapkan oleh Muhammad Saw ketika dikatakan kepada beliau: ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, maka takutlah kepada mereka.’.” (HR. Bukhari)

Doa Nabi Ibrahim Ketika Dibakar Hidup-hidup

حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

Hasbunallāhu wa ni‘mal wakīl

Artinya: "Cukuplah Allah itu sebagai penolongku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung."

Baca juga: Doa Nabi Ibrahim untuk Anak Saleh dan Istri yang Menyenangkan Hati

Kisah Nabi Ibrahim yang Dibakar Hidup-hidup

Prof. Dr. Nur Syam. MSi, dosen UIN Sunan Ampel Surabaya menulis dalam kolomnya tentang kisah Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim semula diturunkan Allah di Babilonia, sekarang dikenal sebagai Irak, dan kemudian hijrah di wilayah Arab Saudi. 

Ketika istri pertamanya, Siti Sarah, belum dikaruniai anak, Nabi Ibrahim menikahi Siti Hajar yang kemudian melahirkan Nabi Ismail.

Sebelum hijrah, Nabi Ibrahim diutus oleh Allah Swt untuk berdakwah di Babilonia (sekarang Irak) dan melawan Raja Namrud yang menganggap dirinya tuhan.

Kaum Raja Namrud membuat berhala dan kemudian disembah.

Lahir di kalangan masyarakat yang menyembah berhala, Nabi Ibrahim mempertanyakan keberadaan tuhan dan melakukan pencarian yang mendalam.

Ketika melihat Bulan pada malam hari, dikiranya itu adalah tuhan, namun Bulan dapat tenggelam dan digantikan Matahari.

Setelah melakukan pencarian yang panjang, Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu dari Allah Swt bahwa hanya Dialah Tuhan Yang Maha Esa.

Nabi Ibrahim yang telah beriman kepada Allah Swt kemudian menghancurkan berhala-hala yang disembah, hingga ia diadili oleh orang-orang kerajaan Raja Namrud.

Nabi Ibrahim yang cerdik hanya menghancurkan berhala yang kecil-kecil dan ketika berdebat dengan orang-orang kerajaan, beliau menyalahkan berhala yang besar.

Orang-orang tersebut membantah dengan mengatakan tidak mungkin patung batu dapat melakukannya.

Nabi Ibrahim menyebut bahwa mereka mengetahui berhala tidak bisa apa-apa namun tetap saja disembah.

Mereka berkata, “Apakah engkau yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?”. Ibrahim menjawab, “Sebenarnya yang melakukannya adalah patung yang paling besar itu. Maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.” (QS. Al-Anbiya (21): 62-63)

Lalu mereka kembali kepada kesadaran mereka sendiri dan berkata, “Sesungguhnya kamulah orang-orang yang zalim.” Kemudian mereka kembali pada kesesatan mereka dan berkata, “Sungguh, engkau telah mengetahui bahwa patung-patung itu tidak dapat berbicara.” (QS. Al-Anbiya (21): 64-65)

Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kalian menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak pula memberi mudarat kepada kalian?” (Ibrahim berkata), “Celakalah kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah! Tidakkah kalian berpikir?” (QS. Al-Anbiya (21): 66-67)

Mereka berkata, “Bakarlah dia (Ibrahim) dan belalah tuhan-tuhan kalian, jika kalian benar-benar hendak bertindak.” (QS. Al-Anbiya (21): 68)

Selama tujuh hari, Nabi Ibrahim berada dalam kobaran api yang menyala-nyala.

Semua orang meyakini Nabi Ibrahim sudah terbakar, namun Allah Swt menyelamatkannya dari panasnya kobaran api.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved