Pria Lebih Rentan Berketombe, Ketahui Faktor Pemicu dan Cara Mengatasinya
Pria justru lebih sering mengalami ketombe dibandingkan wanita, meski rambut mereka lebih pendek.
Ringkasan Berita:
- Rambut berketombe berkaitan erat dengan gaya hidup pria yang cenderung lebih aktif, terutama di luar ruangan
- Paparan sinar matahari, polusi, keringat, penggunaan aksesori kepala seperti helm atau topi, serta tingkat stres yang tinggi membuat kulit kepala bekerja lebih keras
- Secara biologis, kulit kepala pria disebut lebih rentan bermasalah karena produksi minyak yang cenderung lebih tinggi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski umumnya memiliki rambut lebih pendek, pria justru lebih sering mengalami ketombe dibandingkan wanita.
Pakar perawatan rambut Ari Astuti, menjelaskan kondisi tersebut berkaitan erat dengan gaya hidup pria yang cenderung lebih aktif, terutama di luar ruangan.
Beragam aktivitas mulai dari pekerjaan, olahraga, hingga kehidupan sosial membuat tubuh terus bergerak tanpa banyak jeda. Kondisi ini turut memengaruhi kesehatan kulit kepala.
Paparan sinar matahari, polusi, keringat, penggunaan aksesori kepala seperti helm atau topi, serta tingkat stres yang tinggi membuat kulit kepala bekerja lebih keras.
Baca juga: Seberapa Sering Harus Keramas agar Kulit Kepala Sehat dan Bebas Ketombe?
Situasi tersebut dapat memicu produksi minyak berlebih sekaligus melemahkan scalp barrier.
Scalp barrier sendiri merupakan lapisan pelindung terluar pada kulit kepala yang berfungsi menjaga kelembapan, mengatur produksi sebum, serta melindungi dari iritasi, bakteri, dan jamur.
Ketika lapisan ini rusak, berbagai masalah kulit kepala lebih mudah muncul, seperti ketombe, rasa gatal, kemerahan, hingga rambut rontok.
"Banyak laki-laki sudah rutin keramas, tapi masih fokus di rambut, bukan di kesehatan kulit kepala. Padahal, ketombe berulang muncul karena scalp barrier yang lemah," kata Ari Astuti yang juga menduduki posisi Hair Care Lead Unilever Indonesia, saat ditemui di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Secara biologis, kulit kepala pria disebut lebih rentan bermasalah karena produksi minyak yang cenderung lebih tinggi.
Kepala Penelitian dan Pengembangan Perawatan Rambut, Christina Yusuf, menyebut ketombe biasanya dipicu oleh kombinasi beberapa faktor.
"Ketombe melibatkan ketidakseimbangan microbiome, produksi sebum berlebih, serta terganggunya fungsi perlindungan alami kulit kepala. Ketika scalp barrier melemah, pertumbuhan jamur penyebab ketombe bisa meningkat," jelasnya.
Berdasarkan riset dalam Clear Scalp Health Science & Research Book, kulit kepala pria memang lebih rentan bermasalah.
Secara biologis, produksi minyak yang lebih tinggi, keringat berlebih, serta kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur membuat pria hingga tujuh kali lebih berisiko mengalami ketombe dibanding perempuan.
Saat scalp barrier melemah, ketidakseimbangan microbiome dan minyak berlebih dapat memicu gatal, ketombe berulang, hingga kerontokan dari akar.
Lantas bagaimana cara mengatasinya dan apa saja faktor yang harus diperhatikan?
1. Jaga Kebersihan Kulit Kepala Secara Konsisten
Masalah ketombe dan rambut lepek pada pria aktif sering kali dipicu oleh keringat dan minyak berlebih yang menumpuk.
Setelah berolahraga atau beraktivitas di luar ruangan, kulit kepala menjadi lebih lembap dan rentan ditumbuhi jamur penyebab ketombe.
Karena itu, keramas secara rutin penting dilakukan, dengan fokus memijat lembut kulit kepala agar kotoran dan residu produk terangkat maksimal.
2. Pilih Sampo yang Tepat untuk Lawan Ketombe
Pemilihan sampo menjadi bagian penting dari solusi. Gunakan sampo khusus pria yang diformulasikan untuk mengatasi ketombe sekaligus menjaga keseimbangan minyak alami kulit kepala.
"Ketombe berulang muncul karena scalp barrier yang lemah, salah satu contohnya Clear Men Ultra dengan 3X Scalp Barrier Defense, tidak hanya membersihkan ketombe, tapi memperkuat pertahanan kulit kepala agar performa rambut tetap maksimal, bahkan untuk laki-laki dengan gaya hidup aktif," jelas Ari Astuti.
Sampo dengan teknologi 3X Scalp Barrier Defense dan 3X Ultra Protection sebagai standar baru perlindungan kulit kepala bagi pria dengan mobilitas tinggi, baik di dalam maupun luar ruangan.
Kandungan antijamur dan bahan yang membantu memperkuat scalp barrier dapat mendukung perlindungan alami kulit kepala.
Dengan pemakaian teratur, sampo tak hanya membersihkan, tetapi juga membantu mencegah ketombe muncul kembali.
3. Perhatikan Kebersihan Helm dan Produk Styling
Helm atau topi yang digunakan dalam waktu lama dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran dan bakteri jika jarang dibersihkan.
Sirkulasi udara yang terbatas juga membuat kulit kepala semakin lembap. Membersihkan bagian dalam helm secara berkala serta tidak menggunakan produk styling secara berlebihan dapat membantu menjaga pori-pori kulit kepala tetap sehat.
4. Kelola Stres dan Jaga Pola Hidup Sehat
Faktor internal seperti stres turut memengaruhi kondisi kulit kepala. Tekanan mental dapat memicu produksi minyak berlebih yang memperparah ketombe.
Menjaga pola tidur, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga membantu menstabilkan kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan kulit kepala.
Dengan perawatan yang menyeluruh, mulai dari kebersihan hingga pemilihan sampo yang sesuai, scalp barrier dapat tetap kuat. Dari kulit kepala yang sehat inilah rambut yang bersih, segar, dan bebas ketombe dapat terwujud.
(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/viral-jual-ketombe-di-magelang.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.