Selasa, 28 April 2026

Bacaan Doa

Doa Niat Sholat Gerhana Bulan dan Tata Cara Sholat Khusuf

Muslim dianjurkan untuk melaksanakan sholat gerhana atau sholat khusuf jika terjadi gerhana bulan atau gerhana matahari.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com
DOA GERHANA BULAN - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Selasa (3/3/2026). Muslim dianjurkan untuk melaksanakan sholat gerhana atau sholat khusuf jika terjadi gerhana bulan atau gerhana matahari. 
Ringkasan Berita:
  • Muslim dianjurkan untuk melaksanakan sholat khusuf jika terjadi gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan.
  • Hukum melaksanakan sholat khusuf adalah sunah muakkad atau sunah yang sangat dianjurkan.
  • Tujuan sholat khusuf adalah mengingatkan manusia akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.

TRIBUNNEWS.COM - Gerhana bulan merupakan fenomena langit yang terjadi ketika posisi Bulan berada di belakang Bumi sehingga Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, dan ketiganya berada dalam satu garis lurus.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa muslim dianjurkan untuk melaksanakan sholat khusuf ketika terjadi gerhana sebagai bentuk syukur atas kebesaran Allah SWT.

Sholat khusuf adalah sholat sunah yang hukumnya sunnah muakkadah alias sunah yang sangat dianjurkan.

Cara melaksanakan sholat gerhana ini tidak jauh berbeda dengan sholat sunah pada umumnya.

Ulama besar Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Nihayatuz Zain, menjelaskan bahwa sholat khusuf memiliki tiga tingkatan.

Pertama, tingkatan paling minimal, yakni dua rakaat seperti salat sunah Zuhur biasa.

Kedua, tingkatan pertengahan, yaitu dua rakaat dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud pada setiap rakaat.

Ketiga, tingkatan paling sempurna, yakni setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan surat-surat panjang seperti Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, dan Al-Ma'idah atau yang sepadan, dengan rukuk dan sujud yang dipanjangkan sesuai panjang bacaan tersebut.

Sebelum melaksanakan sholat gerhana, muslim perlu mengetahui bacaan niatnya, seperti yang dikutip dari laman Kementerian Agama berikut.

Baca juga: Doa Khatam Quran, Waktu Mustajab Memohon Kepada Allah SWT

Niat Sholat Gerhana Bulan

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan/Sholat Khusuf

  1. Membaca niat sholat gerhana bulan.
  2. Membaca doa Iftitah.
  3. Membaca Ta’awudz dan Al-Fatihah.
  4. Membaca surat Al-Qur’an dengan jahr (lantang).
  5. Rukuk pertama (lama).
  6. Bangkit dari ruku (I‘tidal).
  7. Membaca surat Al-Fatihah kembali. 
  8. Membaca surat yang lebih pendek dari surat pada poin 4.
  9. Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama).
  10. Bangkit dari ruku (I‘tidal).
  11. Sujud pertama.
  12. Duduk di antara dua sujud.
  13. Sujud kedua.

Gerhana pada Masa Rasulullah SAW

Pada masa jahiliyah di jazirah Arab, penduduk setempat percaya bahwa gerhana erat kaitannya dengan kematian tokoh pembesar.

“Orang-orang menduga bahwa gerhana matahari atau bulan dan fenomena bintang jatuh disebabkan kematian seorang tokoh pembesar di muka bumi, sungguh mereka telah berbohong. Padahal, gerhana adalah salah satu dari sekian tanda kebesaran Allah SWT…” (Sahih Ibnu Hibban, juz 7 hlm 101 no Hadis 2856).

Dalam satu riwayat menceritakan bahwa Ibrahim putra Mariah al-Qibtiyyah, satu-satunya putra Nabi Muhammad SAW dari selain Khadijah, yang kematiannya bersamaan dengan gerhana matahari.

Rasulullah SAW kemudian menjelaskan bahwa gerhana terjadi bukan karena kematian seorang tokoh, melainkan karena kehendak Allah SWT.

“Pada masa Rasulullah SAW pernah terjadi gerhana matahari, yaitu di hari meninggalnya putra beliau, Ibrahim. Orang-orang lalu berkata, “Gerhana matahari ini terjadi karena meninggalnya Ibrahim!” Maka Rasulullah SAW pun bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka salat dan berdoalah kalian kepada Allah.” (HR al-Bukhari no Hadis 985)

Sejumlah ulama berbeda pendapat mengenai perintah melaksanakan sholat khusuf saat gerhana.

Syekh Yusuf al-Qaradawi berpendapat bahwa salat gerhana pertama kali dilaksanakan pada tahun ke-10 Hijriah, bertepatan dengan wafatnya Ibrahim, putra Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, ulama pengikut Mazhab Syafi’i menyatakan bahwa salat gerhana matahari disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriah, sedangkan gerhana bulan pada tahun ke-5 Hijriah, sebagaimana dijelaskan dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji 'ala Madzhab al-Imam asy-Syafi'i (juz 1, hlm. 239), dikutip dari Majelis Ulama Indonesia.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved