Selasa, 5 Mei 2026

Bacaan Doa

Doa Sholat Taubat sebelum Berangkat Haji dan Umrah ke Tanah Suci

Calon jemaah haji dianjurkan untuk mensucikan diri dengan bertaubat kepada Allah sebelum berangkat haji dan umrah, berikut doa dan tata caranya.

Tayang:
Tribunnews.com
DOA SHOLAT TAUBAT - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Jumat (10/4/2026). Calon jemaah haji dianjurkan untuk mensucikan diri dengan bertaubat kepada Allah sebelum berangkat haji dan umrah, berikut doa dan tata caranya. 
Ringkasan Berita:
  • Haji dan umrah adalah ibadah ke tanah suci yang dianjurkan bagi Muslim yang mampu.
  • Sebelum berangkat haji/umrah, dianjurkan melakukan salat taubat serta memperbanyak istighfar, dzikir, dan doa.
  • Salat taubat dilakukan dua rakaat dengan tambahan niat dan doa khusus di akhir rakaat.
  • Allah akan menerima taubat hamba-Nya jika disertai rasa menyesal, bersungguh-sungguh berhenti dari dosa, bertekad tidak mengulangi, meminta maaf pada orang yang disakiti, dan memperbanyak amal baik.

TRIBUNNEWS.COM - Seorang Muslim dianjurkan untuk mengunjungi tanah suci dan melaksanakan ibadah haji mau pun umrah.

Haji dan umrah dianjurkan bagi Muslim yang memiliki kemampuan secara lahir dan batin.

Umrah merupakan ibadah mengunjungi Kabah dengan melakukan tawaf, sa'i, dan bercukur dengan mengharap ridha Allah SWT.

Sedangkan haji yaitu mengunjungi Kabah untuk beribadah dan melakukan amalan wajib bagi jemaah haji, di antaranya wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, tawaf di Kabah, sa'i, dan lainnya pada masa tertentu demi memenuhi panggilan Allah SWT dan mengharap ridha-Nya.

Sebelum melakukan ibadah suci tersebut, umat Muslim sebaiknya membersihkan diri dengan melakukan sholat taubat.

Kementerian Haji dan Umrah menganjurkan Muslim untuk memohon ampunan Allah SWT dengan memperbanyak istighfar, zikir, dan doa sebelum melakukan ibadah haji dan umrah.

Berikut bacaan sholat taubat sebelum berangkat haji dan umrah, dikutip dari laman Kementerian Agama.

Doa Sholat Taubat Sebelum Berangkat Haji

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allāhumma anta rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī, faghfir lī, fa innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.” (HR. Shahih al-Bukhari, no. 6306).

Baca juga: Doa Haji Mabrur dan Kunci Ibadah Haji Agar Diterima Allah

Tata Cara Sholat Taubat

Sholat taubat dilaksanakan seperti sholat pada umumnya, yang membedakan hanyalah niat dan doa pada akhir sholat.

1. Berwudhu

2. Membaca niat sholat taubat:

"Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa."

Artinya: "Saya niat salat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala."

3. Membaca Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Alḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Ar-raḥmānir-raḥīm

Artinya: Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Māliki yaumid-dīn

Artinya: Pemilik hari pembalasan.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn

Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Ṣirāṭallażīna an‘amta ‘alayhim, gairil-maghḍūbi ‘alayhim wa laḍ-ḍāllīn

Artinya: (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.

4. Membaca surat-surat pendek

5. Ruku' dengan tuma'ninah (tenang/berhenti sejenak)

Subhana rabbiyal 'adhiimi wabihamdih (3×)

Artinya: Maha Suci Allah, Tuhanku Yang Maha Agung dan aku memuji kepadaNya (3×)

6. Itidal, dengan membaca:

Sami'allahu liman hamidah. (ketika mengangkat tangan)

Rabbanaa lakal hamdu mil-us samaa waati wamil-ul ardli wa mil-umaa syi'ta min syai-in ba'du. (ketika menurunkan tangan)

Artinya: Allah mendengar orang yang memujiNya. Ya Allah, Tuhan kami, bagiMu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu.

7. Sujud

Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi (3×)

Artinya: Maha Suci Tuhanku lagi Maha Tinggi dan aku memuji kepadaNya (3×)

8. Duduk di antara dua sujud (ifitrasy)

Rabbighfirlii war hamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii

Artinya: Wahai Tuhanku, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rejeki kepadaku, berilah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.

9. Sujud kedua, dengan membaca bacaan sama dengan sujud pertama

10. Berdiri untuk melanjutkan sholat rakaat kedua, hingga sujud kedua, lalu duduk Tahiyat/Tasyahud Akhir

Bacaan Tasyahud Akhir

Attahiyyatul mubaarakaatush shalawaatut thayyibaatu lillaahi. Assalaamu 'alaika ayyuhaan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuhu. Assalaamu 'alaina wa 'alaa 'ibaadillaahis shaalihiina. Asy-hadu anlaa ilaaha illaallaahu wa asyhadu anna muhammadan rasuulullahi. Allaahumma shalli 'alaa muhammadin. Wa 'alaa aalii muhammad. Kamaa shallaita 'alaa ibraahiima wa' alaa aali ibraahiima. Wa baarik 'alaa muhammadin wa 'alaa aali muhammadin. Kamaa baarakta 'alaa ibraahiima wa 'alaa aali ibraahiima. Fil 'aalamiina innaka hamiidun majiidun.

Artinya: 

Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepadamu wahai Nabi Muhammad, teriring rahmat dan berkahNya. Semoga pula keselamatan atas kita dan atas hamba Allahyang shalih. Aku bersaksi, bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi, bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepoda junjungan kami Nabi Muhammad. Dan berilah rahmat kepada keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkat atas Nabi Muhammad beserta keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Nabi lbrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, Engkaulah yang terpuji dan Maha Mulia.

11. Salam, dengan membaca:

Assalamu'alaikum warahmatullaahi

Artinya: Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.

12. Membaca doa taubat seperti disebutkan di atas

Baca juga: Doa Membasuh Tangan Kanan agar Diberi Catatan Amal Baik saat Kiamat

Syarat Taubat Diterima Allah SWT

Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan syarat agar taubat seorang muslim dapat diterima oleh Allah SWT.

1. Menyadari dan menyesali dosa

Seorang muslim harus menyadari kesalahan yang telah dilakukan, baik dosa kecil maupun besar, serta benar-benar menyesalinya. Salah satu bentuknya bisa dengan melaksanakan salat taubat.

2. Berhenti dari perbuatan maksiat

Setelah menyadari kesalahan, seseorang wajib segera meninggalkan perbuatan dosa tersebut dan tidak lagi melakukannya.

3. Berkomitmen untuk tidak mengulanginya

Taubat harus disertai niat yang kuat untuk tidak kembali melakukan kesalahan yang sama di masa depan.

4. Meminta maaf kepada sesama

Jika dosa tersebut berkaitan dengan orang lain, maka harus meminta maaf dan mengembalikan hak yang bukan miliknya kepada yang berhak.

5. Memperbanyak ibadah

Setelah bertaubat, dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah dan melakukan banyak kebaikan dengan ikhlas sebagai bentuk perbaikan diri.

Amalan Taubat Penghapus Dosa

Dalam artikel Perbanyaklah “Gerakan Taubat Nasuha” (GERTANAS) Terutama di Malam Jum’at dan di Bulan Suci Ramadhan karya KH. Imam Mawardi, ZI, ada beberapa amalan yang dapat dikerjakan untuk menghapus dosa:

1. Istighfar

Membaca istighfar adalah amalan sederhana yang bisa dilakukan siapa saja untuk memohon ampun kepada Allah.

Bacaan istighfar yaitu أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ (Astaghfirullāh/Aku memohon ampun kepada Allah).

2. Berdzikir

Selain istighfar, memperbanyak dzikir juga menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan-Nya karena Allah telah menjanjikan ampunan bagi hamba-Nya yang gemar berdzikir.

“Dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35)

3. Taubat Nasuha

Taubat nasuha adalah taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan. Orang yang melakukannya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At-Tahrim [66]: 8)

4. Bersabar

Dalam proses bertaubat, seseorang mungkin akan menghadapi berbagai ujian. Namun, setiap ujian tersebut dapat menjadi penghapus dosa.

“Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim melainkan Allah akan menghapus (dosa orang itu) dengannya, bahkan meski sebab duri yang menyakitinya sekalipun.” (HR. Bukhari).

Baca juga: Doa Nabi Daud As dan Kisah Perang Bersama Bani Israil Melawan Jalut

5. Melakukan Amal Baik

Setelah bertaubat, dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan seperti salat sunnah, bersedekah, dan membaca Al-Qur’an. Amalan ini dapat membantu menghapus dosa di masa lalu.

Rasulullah bersabda: “Bertakwalah kepada Allah di manapun berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan karena ia akan dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)

6. Meminta Maaf kepada Orang Lain

Jika kesalahan yang dilakukan berkaitan dengan orang lain, maka penting untuk meminta maaf dan menyelesaikan hak yang belum terpenuhi.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang merasa berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau dosa apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maafnya) pada hari ini (di dunia).” (HR. Bukhari)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved