Bacaan Doa
Doa setelah Salat Sunah di Belakang Maqam Ibrahim saat Haji atau Umrah
Jemaah haji atau umrah disunahkan untuk sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, lokasi batu yang digunakan Nabi Ibrahim untuk membangun Kabah.
Ringkasan Berita:
- Salat sunah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim dianjurkan setelah tawaf, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran dan hadis.
- Maqam Ibrahim adalah batu pijakan Nabi Ibrahim saat membangun Ka’bah bersama Nabi Ismail, yang kini disimpan dekat Ka’bah.
- Jemaah dapat melaksanakan salat di belakang Maqam Ibrahim atau di area Masjidil Haram.
- Maqam Ibrahim menjadi simbol sejarah, keimanan, dan ketaatan dalam ibadah haji dan umrah.
TRIBUNNEWS.COM - Jemaah haji atau umrah disunahkan untuk melakukan sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim yang berada di dekat Ka'bah.
Kata "Maqam" tersebut bukan berarti makam, melainkan batu pijakan Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka'bah bersama putranya, Nabi Ismail AS.
Batu ini diyakini berasal dari surga dan kini tersimpan dalam struktur emas di dekat Ka'bah, menampung jejak kaki beliau sebagai bukti sejarah.
Dalam Al-Quran disebutkan bahwa Maqam Ibrahim dijadikan lokasi untuk sholat.
Allah SWT berfirman: “Dan jadikanlah Maqam Ibrahim itu sebagai tempat salat.” (QS. Al-Baqarah: 125)
Selain itu, Rasulullah SAW juga menunaikan sholat sunah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, sebagaimana disebutkan dalam hadis.
Dari Jabir bin Abdullah RA, ia berkata: “Ketika Nabi SAW tiba di Makkah, beliau melakukan thawaf di Ka’bah tujuh putaran. Kemudian beliau datang ke Maqam Ibrahim dan membaca: ‘Dan jadikanlah Maqam Ibrahim tempat shalat.’ Lalu beliau shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.” (HR. Muslim)
Bagi jemaah haji atau umrah, sholat sunah dua rakaat ini dilakukan setelah tawaf ifadah, yaitu mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali dan dimulai dari Hajar Aswad, dengan posisi Kabah berada di sebelah kiri jemaah.
Tata Cara Sholat Sunah 2 Rakaat di Belakang Maqam Ibrahim
Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan cara melaksanakan sholat sunah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim AS.
Baca juga: Doa Setelah Tawaf Putaran 1 hingga 7, Waktu Mustajab Memohon kepada Allah
Sholat sunah ini dilakukan sama seperti sholat sunah pada umumnya.
Jika tidak memungkinkan, sholat sunah ini dapat dilakukan di mana saja, di dalam Masjidil Haram.
Adapun cara pelaksanaan salat tersebut, setelah membaca al-Fātihah pada rakaat pertama, membaca Surat al- Kafirūn.
Pada rakaat kedua setelah membaca al-Fātihah, membaca Surat al-Ikhlaş.
Setelah melakukan sholat sunah di belakang Maqam Ibrahim, jemaah haji atau umrah dapat memanjatkan doa sebagai berikut ini, yang dikutip dari buku Doa dan Dzikir Haji dan Umrah 1447 H/2026 M yang disusun oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Doa Setelah Salat Sunah di Belakang Maqam Ibrahim
اللَّهُمَّ يَسِّرْ لِي الْيُسْرَى وَجَنِّبْنِي الْعُسْرَى وَاغْفِرْ لِي فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى وَاعْصِمْنِي بِلُطْفِكَ حَتَّى لَا أَعْصِيَكَ وَأَعِنِّي عَلَى طَاعَتِكَ بِتَوْفِيقِكَ وَجَنِّبْنِي مَعَاصِيَكَ وَاجْعَلْنِي مِمَّنْ يُحِبُّكَ وَيُحِبُّ مَلَائِكَتَكَ وَرُسُلَكَ وَيُحِبُّ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ، اللَّهُمَّ فَكَمَا هَدَيْتَنِي إِلَى الْإِسْلَامِ فَثَبِّتْنِي عَلَيْهِ بِلُطْفِكَ وَوِلَايَتِكَ وَاسْتَعْمِلْنِي لِطَاعَتِكَ وَطَاعَةِ رَسُولِكَ وَأَجِرْنِي مِنْ مُضِلَّاتِ الْفِتَنِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا دَائِمًا يُبَاشِرُ قَلْبِي وَيَقِينًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي رِضًا مِنْكَ بِمَا قَسَمْتَ لِي عَلَيَّ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا فِي مَقَامِنَا هَذَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا فَيَسِّرْ أُمُورَنَا وَاشْرَحْ صُدُورَنَا وَنَوِّرْ قُلُوبَنَا وَاخْتِمْ بِالصَّالِحَاتِ أَعْمَالَنَا
اللَّهُمَّ تَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ وَأَحْيِنَا مُسْلِمِينَ وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِينَ غَيْرَ خَزَايَا وَلَا مَفْتُونِينَ
Allāhumma yassir lī al-yusrā wa jannibnī al-‘usrā wa’ghfir lī fī al-ākhirati wa al-ūlā, wa‘ṣimnī bi-luṭfika ḥattā lā a‘ṣiyaka, wa a‘innī ‘alā ṭā‘atika bi-tawfīqika, wa jannibnī ma‘āṣiyaka, waj‘alnī mimman yuḥibbuka wa yuḥibbu malā’ikataka wa rusulaka wa yuḥibbu ‘ibādaka aṣ-ṣāliḥīn.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-SHOLAT-SETELAH-TAWAF-3425234523R.jpg)