Bursa Capres
PDIP Kritik Etika Politik NasDem, Usung Anies yang Beda Misi dengan Jokowi
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyinggung etika berpolitik Partai NasDem usai mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres.
Penulis:
Milani Resti Dilanggi
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Sekertaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyinggung etika berpolitik Partai NasDem setelah mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden.
Seperti diketahui, Partai NasDem telah resmi mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (capres) 2024.
NasDem sebagai partai pengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 lalu, kini justru mendukung Anies yang disebut kontradiktif dengan program Jokowi.
"Seluruh partai pendukung Jokowi juga harus memiliki komitmen yang sama untuk menempatkan skala prioritas pada permasalahan tersebut dan juga mendukung kebijakan pak Jokowi," kata Hasto, Senin (10/10/2022) dikutip dari tayangan youTube tvOneNews.
Hasto mencontohkan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.
Menurutnya, Presiden Jokowi melakukannya karena perspektif geopolitik.
Baca juga: Ramai Sebutan Nasdrun Setelah Dukung Anies Capres, Politikus NasDem: Pasti Ada yang Iri dan Dengki
Sementara Anies ingin tetap mempertahankan ibu kota di Jakarta.
"Misalnya dalam pemindahan ibu kota negara, jangan sampai kemudian mencalonkan seseorang yang punya kebijakan yang berbeda."
"Maka ini akan kontradiktif, contohnya saya mendengar berkali-kali pak Anies mencoba untuk mempertahankan ibu kota tetap di Jakarta sementara pak Jokowi meninginkan kesinambungan kepemimpnan agar visi Indonesia sebagai poros maritim itu dapat dijalankan," jelas Hasto.
Meski demikian, Hasto menegasakan, PDIP tak ikut campur tangan dengan langkah partai politik lainnya.
Menurutnya, fokus PDIP saat ini ialah mempercepat kinerja pemulihan ekonomi untuk rakyat.
"Tapi sekali lagi, PDIP tidak ikut campur tangan kedaulatan partai politik lain," lanjutnya.
Kritikan Hasto itu kemudian ditanggapi oleh Ketua DPP NasDem Willy Aditya.
Ia membantah bahwa Anies Baswedan tidak mendukung program pemerintah.
"NasDem kan partai yang mengusung pak Jokowi, NasDem masih setia dalam barisan pak Jokowi."
"Kan dalam pidatonya pak Anies menegaskan, apa yang menjadi legacy dan capaian pak Jokowi tentu akan dilanjutkan," kata Willy, dikutip dari tayangan youTube tvOneNews, Selasa (11/10/2022).
Deklarasi Capres NasDem

Diberitakan sebelumya, Partai NasDem resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres yang bakal diusung pada Pilpres 2024, Senin (3/10/2022).
Deklarasi nama capres tersebut digelar di Kantor DPP Partai NasDem, Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat.
"NasDem mencari yang terbaik dari yang terbaik, NasDem akhirnya melihat sosok Anies Baswedan," kata Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dalam tayangan Breaking News KompasTv, Senin (3/10/2022).
Pihaknya memutuskan untuk mengusung Anies lantaran sosoknya yang dinilai memiliki keyakinan dan prespektif yang sama dengan NasDem.
"Kami mempunyai keyakinan dalam prespektif, secara makro dan mikro sejalan dengan apa yang kami (NasDem) yakini."
"Kami menitipkan bangsa Indonesia jika Anies Baswedan terpilih, pimpinlah banga indonesia menjadi bangsa yang lebih bermartabat, bangsa yang mampu membentuk karakter," tuturnya.
(Tribunnews.com/Milani Resti)