Sabtu, 30 Agustus 2025

Bursa Capres

Litbang Kompas: Ganjar Pranowo Lewati Prabowo Subianto, Anies Baswedan Mulai Naik, PDIP Usung Siapa?

Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan terus menanjak, sementara Prabowo Subianto mengalami penurunan.

Kolase Tribunnews.com (Tribunnews.com/Dani Permana dan Tribun Jabar/Richard Susilo)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan terus menanjak, sementara Prabowo Subianto mengalami penurunan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pilpres 2024 masih akan berlangsung setahun lebih tapi persaingan para tokoh yang dianggap potensial kian menarik.

Dalam hasil yang diliris sejumlah lembaga, setidaknya ada tiga sosok yang konsisten berada di tiga besar: Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.

Terbaru, Litbang Kompas merilis survei terkait elektabilitas calon presiden (capres).

Dalam survei tersebut terungkap, elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan terus menanjak, sementara Prabowo Subianto mengalami penurunan.

Sebagai informasi, survei Litbang Kompas ini diselenggarakan pada jangka waktu 24 September-7 Oktober 2022.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka ini dengan total 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia.

Dalam survei terbaru Litbang Kompas, posisi Prabowo Subianto yang sebelumnya berada di peringkat pertama disalip oleh Ganjar Pranowo.

Eletabilitas Gubernur Jawa Tengah itu tercatat 23,2 persen atau naik jika dibandingkan dua periode sebelumnya: Januari (20,5 persen) dan Juni (22 persen).

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Ridwan Kamil Kokoh Jadi Cawapres Terkuat di Pilpres, Disusul Sandiaga Uno

Hal sebaliknya dialami Prabowo Subianto. Jika tadinya di bulan Januari mendapat 26,5 persen, kini mulai turun.

Elektabilitas Prabowo pada bulan Oktober ini anjlok menjadi 17,6 persen.

Bagaimana dengan Anies Baswedan?

Secara peringat, Anies Baswedan memang masih belum berubah.

Ia ada di urutan ketiga. Namun, hasil survei Oktober menunjukkan, elektabilitas Anies mencapai 16,5 persen.

Artinya mengalami kenaikan, jika dibandingkan pada survei Januari, di mana elektabilitas Anies 14,2 persen dan sempat turun pada Juni, yakni 12,6 persen.

Selain perolehan angka yang masih dinamis, persaingan juga terasa ketat karena elektabilitas antartokoh tak terpaut jauh.

Dari ketiga tokoh tersebut, sudah ada dua yang hampir dipastikan mendapat tiket ke Pilpres 2024.

Keduanya adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang baru saja dideklarasikan capres oleh Partai Nasdem.

Dari ketiga figur tersebut, dua di antaranya sudah mendapatkan dukungan parpol. Prabowo yang juga Ketua Umum Gerindra dideklarasikan partainya untuk menjadi capres 2024 Agustus lalu.

Seperti diketahui, Gerindra juga sudah mengantongi tiket untuk mendaftar Pilpres 2024 karena berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sementara itu, Anies telah dideklarasikan sebagai bakal capres Nasdem awal Oktober.

Hanya saja, Nasdem masih perlu bergabung dengan parpol lain untuk mengusung capres

Sebagai informasi, syarat untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden yang ditetapkan Undang-Undang No 7/2017 tentang Pemilu adalah memiliki setidaknya 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional.

Bagaimana dengan Ganjar Pranowo?

Ganjar Pranowo meski memiliki elektabilitas tinggi, dirinya masih belum dipastikan bisa maju di Pilpres.

Pasalnya, hak untuk menentukan siapa capres PDIP berada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri

Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDIP Ganjar Pranowo baru-baru ini mendapat sanksi berupa teguran lisan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

Hal itu lantaran Ganjar menyatakan siap jadi calon presiden (capres).

Terhadap sanksi tersebut, Ganjar mengaku menerimanya.

"Maka ketika di antara situasi seperti ini ada statement yang tadi saya sampaikan kemudian menjadi diskursus di publik yang lumayan ramai begitu, kami mendapatkan peringatan. Dan ini sebagai kader saya terima," kata Ganjar di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Senin (24/10/2022).

Ganjar menuturkan dirinya akan memperbaiki komunikasinya setelah mendapat sanksi dari PDIP.

"Tadi diberikan sanksi lisan, tentu ini bagian dari komunikasi publik yang rasanya saya harus memperbaiki," ucapnya.

Ganjar menyebut saat memberikan klarifikasi, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa capres kewenangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Sementara itu, menanggapi survei terbaru Litbang Kompas, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono mengatakan, turunnya elektabilitas Prabowo menjadi masukan bagi Gerindra.

Baca juga: PDIP Beri Sanksi Keras FX Rudy soal Ganjar: Kami Tak Pandang Bulu, Kader Senior Sanksi Lebih Berat

"Namun, angka survei masih dinamis seiring masih jauhnya tanggal pendaftaran peserta Pilpres 2024, yakni Oktober 2023. Ia meyakini derajat keterpilihan Prabowo akan naik pada waktunya karena saat ini Prabowo masih fokus menjalankan tugas sebagai menteri pertahanan," katanya.

PDIP Prediksi Bakal Usung Ganjar

Direktur Eksekutif Paremeter Politik Indonesia, Adi Prayitno, meyakini PDI Perjuangan (PDIP) bakal realistis mengusung kadernya Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Adi menanggapi hasil Survei Litbang Kompas Oktober 2022 yang dirilis pada hari Rabu (26/10/2022) dan menempatkan Ganjar dengan elektabilitas atau tingkat keterpilihan paling atas.

Bagi Adi, hasil ini kian meneguhkan persaingan tiga tokoh tersebut seraya membuat PDIP rasional soal capres.

Meskipun saat ini elite PDIP disebut lebih condong mendorong Puan Maharani sebagai caprs namun kata dia pada akhirnya nanti  tetap realistis calonkan Ganjar sebagai capres di 2024.

"Ketiga tokoh ini langganan top three survei. Teratas Ganjar, disusul Prabowo, lalu Anies Baswedan. Sudah lama ketiganya masuk radar survei yang punya penetrasi dan penerimaan publik yang memadai," ujar Adi, Rabu (26/10/2022) dikutip dari Kompas.TV.

"Ganjar misalnya dinilai publik sebagai representasi kubu pemerintah saat ini. Sementara Anies sebaliknya dianggap sebagai replika kubu oposisi. Sedangkan Prabowo dikenal publik karena investasi politiknya yang cukup panjang sejak pemilu 2009 lalu, yang juga bagian pemerintah," sambung Adi.

Menurutnya, tiga tokoh ini tiinggal mencari tiket partai untuk mendaftar ke KPU dan itu disebut bukan perkara mudah.

"Dari segi PDIP misalnya the end of the day nya pasti realistis akan usung capres yang potensial menang. Tentu demi memenuhi hasrat hattrick di 2024," jelasnya.

"Dalam konteks ini Ganjar punya kesempatan diusung karena punya elektabilitas memadai," sambungnya.

Ia lantas menilai rasionalitas itu bakal terlihat meskipun di level elite saat PDIP terlihat solid dukung Puan.

"Sementara dari segi elite PDIP punya peluang maju karena sampai saat ini dukungan elite PDIP solid ke Puan," tutupnya.

Kantong Suara 3 Capres Teratas

Survei Litbang Kompas juga memperlihatkan kantong-kantong suara pendukung Ganjar, Prabowo, dan Anies.

Dari segi kewilayahan, Ganjar unggul terutama di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Di gugus Maluku-Papua, Ganjar juga menguat mengimbangi Prabowo, terutama di Papua Barat.

Sementara itu, Prabowo lebih unggul khususnya di Sumatera Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Di Jawa, Prabowo masih unggul di Banten, tetapi di Jawa Barat kini tergerus oleh Ridwan Kamil.

Adapun Anies lebih unggul di gugus Maluku-Papua, khususnya di Maluku Utara. Di Jawa, kekuatan Anies menonjol di DKI Jakarta.

Ia juga kuat di Aceh, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tenggara. Di Sumatera Barat, Anies mulai mengimbangi Prabowo.

Kenaikan suara Ganjar terutama didongkrak oleh pemilih perkotaan. Pun demikian dengan Anies, sementara pemilih perdesaan juga sedikit naik.

Adapun Prabowo kehilangan suara cukup signifikan di perkotaan dan perdesaan. Ridwan Kamil cukup menyedot pemilih dari perdesaan meski masih di bawah Ganjar, Prabowo, dan Anies.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan