Bursa Capres
Arus Bawah Terbelah antara Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo, Petinggi PPP: Kami Partai Demokratis
Arsul Sani menyebutkan bahwa kader PPP di arus bawah boleh berbeda suara. Hal itu dikarenakan PPP sendiri belum memutuskan memilih.
Penulis:
Rahmat Fajar Nugraha
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com Rahmat W. Nugraha
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai terbelahnya arus bawah PPP mendukung Ganjar Pranowo atau Anies Baswedan hal itu bukan sebuah masalah.
Menurut Arsul Sani partainya merupakan partai demokratis dibangun berdasarkan suara aspirasi.
"PPP adalah partai yang demokratis, prosesnya dibangun berdasar suara aspirasi dari bawah atau bottom up," katanya kepada Tribunnews.com, Jumat (18/11/2022).
Wakil Ketua MPR RI itu juga menyebutkan bahwa kader PPP di arus bawah boleh berbeda suara. Hal itu dikarenakan PPP sendiri belum memutuskan memilih dan mendukung calon presiden untuk kontestasi 2024 mendatang.
"Jadi struktur dan kader di bawah boleh berbeda suaranya sampai partai nanti memutuskan. Sekarang PPP masih mendengar, belum memutuskan," tutupnya.
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai terbelahnya arus bawah PPP merupakan strategi politik.
Ada kader partai politik yang ingin mendukung Ganjar Pranowo. Tapi ada juga yang ingin mencalonkan Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024.
"Kita tahu arus bawah di PPP memilih Anies Baswedan. Tetapi bagaimana dimainkan arus bawah ada yang mendukung Ganjar Pranowo," kata Ujang kepada Tribunnews, Sabtu (5/11/2022).
Baca juga: PPP Sebut Deklarasi Anies Baswedan oleh FKM di Yogyakarta Tak Ada Kaitannya dengan Partai
Kemudian dikatakan Ujang bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diinisiasi Partai Golongan Karya, Partai Amanat Nasional, dan PPP merupakan 'perahu kecil' untuk Ganjar Pranowo.
"KIB itukan sekocinya Ganjar, jadi nanti jika KIB capresnya Ganjar. Jadi seolah-olah PPP sudah mendukung Ganjar seperti itu," sambungnya.
Ujang menjelaskan kalau PPP ke Anies memang arus bawahnya seperti itu. Tapi alurnya KIB mendukung penuh Jokowi.
Kemudian dikatakan Ujang jika terus seperti itu PPP akan kesulitan untuk lolos ke Senayan pada kontestasi Pileg 2024 mendatang.
"Kalau kondisi PPP sendiri kalau seperti itu cukup kacau. Harus bersatu lagi untuk bisa lolos ke Senayan. Kalau tidak bisa kesalip partai lain," tutupnya.