Pilpres 2024

Fadjroel Rachman Sebut Ada Sosok Mengaku Capres & Sudah Kampanye, Demokrat: itu Bentuk Kecemasan

Kamhar Lakumani menyebut pernyataan yang disampaikan Fadjroel Rachman yang menyindir sosok mengaku sebagai capres merupakan bentuk kecemasan.

Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menyebut pernyataan yang disampaikan Fadjroel Rachman yang menyindir sosok mengaku sebagai capres dan sudah berkampanye, merupakan bentuk kecemasan. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menanggapi eks Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, yang menyindir sosok mengaku sebagai capres tapi sudah berkampanye saat ini.

"Jadi kami berbaik sangka menilai bahwa apa yang disampaikan Bung Fadjroel sebagai bentuk kecemasan karena singkatnya tahapan formal menuju pilpres yang tak memfasilitasi secara optimal proses kontestasi ide, gagasan dan sebagainya untuk mendapatkan calon pemimpin terbaik," ujar Kamhar dalam pesan yang diterima, Jumat (25/11/2022).

Baca juga: Jokowi Ingatkan Capres-Cawapres Tak Gunakan Politik Identitas, PKB: Agama Selalu Jadi Korban

Kamhar kemudian menyinggung soal presidential threshold pengajuan capres 20 persen yang membatasi partai politik dan figur-figur potensial.

Dia meminta agar hal tersebut dapat dikoreksi.

Terkait sosok yang disindir Fadjroel Rachman, Kamhar mengaku tidak dapat menjelaskan siapa sosok yang dimaksud.

"Meskipun demikian, tak ada larangan bagi figur-figur dan partai politik atau gabungan partai politik untuk menjalankan program dan agenda berkaitan dengan kontestasi pilpres mendatang," kata dia.

"Baik itu dalam bentuk ikhtiar membangun koalisi, deklarasi koalisi, deklarasi pencalonan dan lain sebagainya sebagai manifestasi kedaulatan dan otonomi partai, sekaligus sebagai ikhtiar untuk mewujudkan sukses Pemilu pada 2024 nanti, baik itu sukses pileg, pilpres, maupun pilkada," kata Kamhar.

Baca juga: Masyarakat Diminta Terus Suarakan Aspirasi Kriteria Capres dan Caleg yang Diinginkan

"Menurut Kamhar, itu dilakukan agar rakyat mendapatkan informasi yang memadai untuk mendapatkan pemimpin yang kredibel, kapabel dan berintegritas yang diuji melalui rekam jejaknya.

"Jadi rakyat tak mudah dimanipulasi seperti yang sudah-sudah dan menjadi korban pencitraan," ucapnya.

Sebelumnya, Fadjroel Rachman menyindir sosok yang baru mengaku sebagai capres tapi sudah berkampanye saat ini.

"Kenapa ada yang mengaku capres sudah kampanye? Tok tok KPU!" kata Fadjroel di akun twitternya sembari mencolek akun Komisi Pemilihan Umum (KPU).

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved