Bursa Capres
Andika Perkasa Punya Tempat Spesial di NasDem hingga Peluang Duet dengan Anies Baswedan
Bermula dari masuk bursa capres Nasdem, pensiun dari Panglima TNI hingga kini berpeluang diduetkan dengan Anies Baswedan untuk maju Pilpres 2024.
Penulis:
Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pensiun dari Panglima TNI nama Andika Perkasa kian bersinar.
Terlebih belakangan namanya disebut-sebut berpeluang maju Pilpres 2024 mendampingi Capres Anies Baswedan.
Partai Nasdem yang mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres 2024 pun terang-terangan menyebut Andika Perkasa punya tempat spesial di BasDem.
Andika Perkara disebut masuk dalam radar Partai NasDem.
NasDem akan buka komunikasi dengan Andika Perkasa pada tahun 2023 yang tinggal menghitung hari.
Menilik ke belakang nama Andika Perkasa juga masuk bursa capres Nasdem ketika masih menjabat sebagai Panglima TNI.
Hingga akhirnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem merekomendasikan tiga kandidat calon presiden (Capres) 2024.
Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Andika Perkasa.
Partai Nasdem pun resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pilpres 2024.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
Tahun 2023 NasDem Buka Komunikasi dengan Andika Perkasa
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan pihaknya akan membuka komunikasi dengan Jenderal Andika Perkasa awal tahun 2023.
Jenderal Andika Perkasa diketahui memasuki masa pensiun setelah menjabat Panglima TNI.
"Ya kalau komunikasi kita dengan pak Andika jalan, ya abis inilah mungkin ya abis tahun baru lah nanti bagaimana ngobrol dengan pak Andika," ujar Willy kepada wartawan, Selasa (20/12/2022).
Akan tetapi, Willy belum memastikan apakah Andika akan diajak bergabung ke NasDem.
Andika disebut punya tempat yang spesial di NasDem.
Pembicaraan politik akan lebih terbuka karena Andika sudah tidak lagi di internal TNI.
"Pak Andika punya tempat spesial bagi kita dan tentu untuk berjuang di politik, karna pak Andika sudah purna tugas dan itu lebih terbuka," ujar Willy.
Diketahui, Andika resmi pensiun dari jabatannya sebagai Panglima TNI. Laksamana Yudo Margono yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) menggantikan dirinya.

Wakil Sekjen: Andika Perkasa Sudah Masuk dalam Radar Partai NasDem
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai NasDem Hermawi Taslim memastikan jika Andika Perkasa sudah masuk dalam radar partainya.
Hal itu merespons isu Andika bakal mendampingi Anies Baswedan sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Hermawi mengatakan terkait wacana duet Anies-Andika kemungkinan bakal dibicarakan dengan partai koalisi.
"Jadi Andika sudah masuk dalam radar NasDem yang mungkin saja akan dibicarakan bersama partai koalisi sebagai pendamping Anies," kata Hermawi kepada Tribunnews.com, Senin (26/12/2022).
Ia menegaskan bahwa Andika merupakan salah satu figur yang direkomendasikan menjadi bakal calon presiden (capres) hasil rapat kerja nasional (Rakernas) Juni 2022 lalu.
"Ya Andika kan masuk salah satu dari 3 capres NasDem hasil Rakernas Juni. Setelah berporses pilihan jadi ke Anies," ujar Hermawi.
Duet Anies Baswedan-Andika Dinilai Bakal Direstui NasDem, Demokrat, dan PKS
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai Anies Baswedan dan Andika Perkasa (Anies-Andika) memiliki peluang besar maju dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
"Anies-Andika miliki peluang yang bagus, karena jika komitmen koalisi NasDem, Demokrat, dan PKS terjadi," kata Dedi kepada Tribunnews.com, Senin (26/12/2022).
Namun, Dedi menyebut duet Anies-Andika harus lebih intens komunikasi dengan Demokrat, sementara PKS diperkirakan berpeluang besar tak menolak pasangan tersebut.
"Ini akan lebih banyak dialognya dengan Demokrat, tidak akan banyak dengan PKS mengingat di PKS tidak ada tokoh yang kuat untuk dijadikan alasan menolak Andika," ujar Dedi.
Menurutnya, hal tersebut lantaran Demokrat memiliki figur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang didorong kadernya sebagai cawapres pendamping Anies.
Kendati demikian, Dedi menuturkan hubungan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono sebagai penawarnya.
Andika merupakan menantu dari mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut.
"Di Demokrat karena ada AHY, dan ini pun ada penawarnya, yakni hubungan SBY dengan Hendropriyono yang sama-sama akan menjadi king maker bagi Andika," ucap Dedi.
Baca juga: Anies Baswedan dan Andika Perkasa Berpeluang Diusung Koalisi Perubahan, PAN dan PKB Bisa Merapat
Lebih lanjut, ia menambahkan kans Anies-Andika cukup besar di 2024 dan kemungkinan besar direstui AHY yang karir politiknya masih panjang.
"Karena realitas politik tidak selalu didominasi hubungan partai, maka kans Anies-Andika cukup besar, AHY besar kemungkinan merestui relasi itu. Dan, usia politik AHY pun masih panjang," imbuhnya.
Anies Baswedan dan Andika Perkasa Berpeluang Diusung Koalisi Perubahan, PAN dan PKB Bisa Merapat
Wacana duet Anies Baswedan dan Andika Perkasa (Anies-Andika) sebagai pasangan calon pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 disebut tak hanya direstui Koalisi Perubahan, melainkan partai politik lain juga.
Koalisi Perubahan merupakan rencana gabungan tiga partai politik, yakni NasDem, Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai apabila Andika dipasang sebagai calon wakil presiden (cawapres) dampingi Anies, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bisa merapat.
"Jika Andika yang diajukan, tidak saja koalisi berisi tiga partai itu, bukan tidak mungkin partai lain ikut tertarik melihat peluang duet Anies-Andika, PKB misalnya, atau juga PAN," kata Dedi kepada Tribunnews.com, Senin (26/12/2022).
Menurut Dedi, baik PAN maupun PKB sama-sama belum memiliki beban keterikatan sehingga harus bersama-sama dengan Gerindra ataupun Golkar.
"PKB dan PAN sejauh ini masih terlihat tidak miliki beban harus bersama Gerindra atau Golkar," ujarnya.
Pengamat Sebut Demokrat dan PKS Bakal Legawa, NasDem Usung Andika Perkasa Dampingi Anies Baswedan
Wacana pasangan Anies Baswedan-Andika Perkasa maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mencuat pasca Andika lengser dari kursi Panglima TNI.
NasDem menyatakan membuka pintu bagi Andika jika hendak bergabung usai purnatugas.
Namun perjalanan bakal calon pasangan Anies-Andika diprediksi tidak mudah.
Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Ari Junaedi menilai, sulit memasangkan Andika Perkasa menjadi calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan.
Hal ini lantaran restu dari Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum tentu akan didapat.
Menurut Ari, ganjalan terbesar wacana Anies-Andika ialah restu dari Demokrat.
Partai bintang mercy itu terlihat sangat ingin menyertakan ketua umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di panggung pemilihan.
Tak heran, upaya Demokrat ini sekaligus untuk mendongkrak elektabilitas partai dan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
Sementara, PKS sedianya ingin agar mantan Gubernur Jawa Barat yang juga Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Ahmad Heryawan alias Aher, jadi pendamping Anies.
Namun, jika pun gagal, Ari memprediksi, PKS bakal legawa asalkan mendapat akomodasi politik berlebih dari Anies-Andika dan Nasdem.
Baca juga: Daftar Elite Partai Nasdem yang Memilih Mundur, Terbaru Siswono Yudo Husodo
Sosok Andika juga dinilai ideal sebagai pelengkap kekurangan Anies yang oleh sebagian publik dianggap sebagai penyokong politik identitas dan antitesa dari Presiden Joko Widodo yang nasionalis.
Nasdem sendiri sudah mengunci kesepakatan koalisi bahwa perihal cawapres diserahkan ke Anies untuk memilih.
Jika koalisi ketiga partai mengutamakan kemenangan seperti rumus ideal yang dikemukan Nasdem, mau tak mau Demokrat dan PKS tunduk.
Pengamat Sebut Andika Perkasa Tidak Akan Menambah Basis Pendukung Anies Baswedan
Direktur Eksekutif Voxpol Center Reasearch and Consulting Pangi Syarwi Chaniago angkat bicara perihal potensi Andika Perkasa mendampingi Anies Baswedan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Pangi mengatakan, hal itu mungkin saja terjadi.
"Ya mungkin saja. Itu bisa saja," kata Pangi, saat dihubungi, Senin (26/12/2022).
Meski begitu, ia menambahkan, sejauh ini masih ada perebutan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat soal siapa yang akan mendampingi Anies Baswedan.
"Demokrat kan mintanya AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Sementara PKS inginnya ada Aher (Ahmad Heryawan)," jelasnya.
Pangi kemudian menuturkan, jika Andika tidak akan menambah basis pendukung Anies.
Hal itu katanya, dikarenakan basis pendukung Andika Perkasa yang terbatas.
"Kalau menambah basis (pendukung) sebenarnya tidak juga menambah basis. Segmen pemilihnya Andika kan terbatas," katanya.
Lebih lanjut, Pangi justru menyebut, secara nilai jualnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lebih tinggi dibandingkan dengan Andika Perkasa.
"Kalau saya sih melihat nilai jualnya lebih tinggi Khofifah sebetulnya. Karena Khofifah punya basis di Jawa Timur," kata Pangi.
Menurutnya, basis pendukung Anies Baswedan di Jawa Tengah dan Jawa Timur lemah.
"(Daerah) yang lain itu sudah kuat," ucap Pangi.
"Sama juga Jawa Tengah kan sudah enggak mungkin lagi terpengaruhi. Udah enggak mungkin lagi. Dipegang lehernya udah ke PDIP sama Ganjar. Jadi enggak mungkin akan berubah lagi," sambungnya.
Baca juga: Menakar Langkah Andika Perkasa Pasca Panglima TNI: Jadi Menteri Jokowi atau Cawapres Anies Baswedan?
Sementara itu, Pangi mengatakan, Partai NasDem dan PKS perlu lebih keras untuk memastikan Jawa Timur bisa dikuasai.
Meski begitu, kata Pangi, secara elektabilitas, Andika maupun Khofifa tidak terlalu jauh.
"Secara elektabilitasnya, Andika maupun Khofifa kalau kita bandingkan enggak jauh-jauh amat sih. Masih oke lah. Dalam angka yang tidak terlalu jauh," ujar Pangi.
Sebagai informasi, hingga kini rencana koalisi NasDem, Demokrat, dan PKS tak kunjung dideklarasikan.
NasDem diketahui sudah mendeklarasikan Anies sebagai capres di 2024 beberapa bulan yang lalu.
Baik Demokrat dan PKS tampaknya menyetujui pengusungan Anies sebagai capres.
Namun, ketiga partai politik tersebut belum menemukan titik tengah soal siapa yang menjadi sosok cawapres mendampingi Anies.
Demokrat rupanya bersikeras mendorong Ketua Umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.
Sementara PKS pun mendorong kadernya sendiri, yakni mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan sebagai cawapres.
Sederet Tokoh Masuk Bursa Capres NasDem, Ada Nama Panglima TNI, Muncul Juga Nama Anies
Partai NasDem telah resmi mengusung tiga nama calon presiden (capres) pada kontestasi pemilihan presiden 2024 mendatang.
Adapun nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih menempati urutan teratas.
Nama Anies Baswedan paling banyak dipilih oleh anggota DPW Partai NasDem.
Kemudian, disusul oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Paloh mengatakan bahwa ketiga nama yang diusung itu merupakan hasil rapat pleno atas usulan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang disampaikan dalam rapat kerja nasional (Rakernas).
Surya Paloh juga menegaskan ketiga nama yang diusung tersebut nantinya akan ditentukan hanya menjadi satu untuk calon presiden.
"Seandainya kursi presiden itu ada 3, ketua umum tidak perlu berpikir lagi, tapi karena ini hanya satu, UU juga memilih satu," kata Paloh.
Lebih lanjut, Paloh menambahkan pihaknya akan mengumumkan satu nama yang akan ditetapkan dirinya untuk diusung oleh NasDem. Kendati begitu, dirinya belum dapat dipastikan kapan dan di mana akan diumumkan.
"Insha Allah akan kita tetapkan satu, waktu dan tempatnya kita cari hari baik dan bulan baik," tukasnya.
Ini hasil rekapitulasi lengkap suara capres usulan DPW NasDem, sebagai berikut:
Anies Baswedan 31
Ganjar Pranowo 28
Erick Thohir 15
Andika Perkasa 15
Rachmat Gobel 13
Syahrul Yasin Limpo 7
Ridwan Kamil 5
Lestari Moerdijat 5
Prananda Surya Paloh 5
Khofifah Indar Parawansa 4
Ahmad Sahroni 4
Dudung Abdurachman 2
Ahmad Ali 2
Wahidin Halim 1
Sandiaga Uno 1
Isran Noor 1
Siswono Yudhohusodo 1
Viktor B. Laiskodat 1
Dominggus Mandacan 1
Mathius Awoitauw 1
Herman Deru 1
Sofyan Djalil 1
TGB Muhammad Zainul Majdi 1
Surya Paloh 1
Syarif Fasha 1
Siti Nurbaya Bakar 1
Alasan Andika Perkasa Masuk Radar Nasdem sebagai Capres yang Disodorkan ke Surya Paloh
Nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa secara mengejutkan masuk ke dalam radar Partai Nasdem sebagai salah satu calon presiden (capres) yang akan diusulkan kepada Ketua Umum Surya Paloh.
Lantas, apa alasan Partai Nasdem melirik menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono itu untuk diusung menjadi capres di Pilpres 2024?
Menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno, Andika Perkasa merupakan salah satu tokoh yang berpotensi untuk menang dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
"Andika belakangan mulai muncul di radar survei yang dinilai potensial maju Pilpres. Muda, fresh, dan punya latar belakang pendidikan militer yang mentereng. Itu artinya, ke depan elektabilitas Andika sangat mungkin naik," kata Adi kepada Kompas TV, Jumat (6/5/2022).
Padahal, kata dia, Andika tak pernah kelihatan melakukan kampanye politik seperti membuat baliho, spanduk, deklarasi relawan, dan lainnya.
"Andika juga relatif diterima semua kalangan dan sejauh ini belum ada resistensi dari pihak manapun," ujarnya.
Ia menilai, posisinya sebagai panglima TNI memang sangat seksi dan jadi magnet politik elektoral.
"Dalam berbagai survei yang dilakukan Parameter Politik, capres dengan latar belakang militer masih diminati publik, salah satunya Andika Perkasa, di luar nama Prabowo dan AHY. Andika 'barang bagus' untuk komoditas Pilpres. Portofolio politiknya masih sangat mungkin bisa 'diolah," ujar Adi.
Selain itu, basis pemilih Nasdem sepertinya beririsan dekat dengan sosok Andika yang dinilai nasionalis. Sehingga, Nasdem kepincut karena tak ada resistensi dari dalam.
"Andika juga sepertinya diyakini akan memberikan efek ekor jas bagi Nasdem di Pemilu 2024. Apapun judulnya, munculnya nama Andika tentu tak lahir dalam ruang hampa, pastinya sudah melalui berbagai kalkulasi politik yang terukur," kata dia.
Baca juga: Wacana Anies-Cak Imin Menguat, Pengamat: Harusnya Prabowo Segera Ikat Cak Imin
Sebelumnya, Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Banten-DKI Jakarta Partai Nasdem A Effendy Choirie menyebut, pihaknya sudah menyerap aspirasi masyarakat terkait sosok capres yang akan diusulkan kepada Surya Paloh saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Juni 2022 mendatang.
Ia menjelaskan, sejumlah nama yang muncul dalam bursa capres dari Partai Nasdem, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Andika Perkasa, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Ada Anies Baswedan. Nama Anies memang lebih dominan. Kemudian, ada nama Panglima TNI Andika Perkasa, Erick Thohir, ada nama Ganjar. Itu dari luar kader Partai Nasdem," kata Effendy kepada Kompas TV, Kamis (5/5/2022).
Nasdem Resmi Deklarasikan Anies Baswedan Jadi Capres 2024
Partai Nasdem resmi mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pilpres 2024.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
"Pilihan capres Nasdem adalah yang terbaik daripada yang terbaik. Inilah akhir Nasdem memberikan seorang sosok Anies Baswedan," ujar Paloh di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).
Paloh turut mengungkapkan alasannya memilih Anies sebagai capres 2024.
"Kenapa Anies Baswedan? Jawabannya: Why not the best?" kata dia.

Dalam deklarasi ini, sejumlah elite Partai Nasdem tampak hadir langsung.
Mereka di antaranya Prananda Surya Paloh, Rachmat Gobel, Syahrul Yasin Limpo, dan Ahmad Sahroni.
Anies hadir langsung, dia tampak mengenakan setelan jas berwarna hitam.
Dia tersenyum dan melambaikan tangannya saat menyapa awak media.
Kemudian, Anies masuk bersama Paloh ke dalam aula tempat deklarasi capres 2024.
Anies ikut dalam rangkaian pengumuman deklarasi capres untuk Pilpres 2024.
Mereka menyanyikan lagu "Indonesia Raya" hingga "Himne Nasdem". (tribun network/thf/Tribunnews.com)