Pilpres 2024
Pengamat Paparkan 5 Faktor Elektabilitas Prabowo Terus Menguat
Hasil survei terbaru Political Statistics (Polstat), elektabilitas Prabowo Subianto sebagai capres potensial terus menguat.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Arif Fajar Nasucha
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga survei Political Statistics (Polstat) merilis hasil survei terbaru mereka tentang calon presiden (capres) setahun jelang Pemilu 2024.
Dalam temuan terbarunya, elektabilitas Prabowo Subianto sebagai capres potensial terus menguat.
"Sementara itu berdasarkan analisis media monitoring juga ditemukan gejala bahwa sentimen positif terhadap Menteri Pertahanan RI itu semakin meningkat dari waktu ke waktu," Peneliti Senior Polstat Apna Permana dalam siaran pers Rabu (22/2/2023).
Ketika responden diajukan pertanyaan siapa yang akan dipilih dari 10 nama tokoh yang ditawarkan Polstat, 33 persen memilih Prabowo Subianto.
Setelah itu Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan bersaing ketat di posisi kedua dan ketiga. Ganjar dipilih oleh 20,6 persen dan Anies didukung oleh 19,4 persen responden.
Di posisi berikutnya adalah Ridwan Kamil dengan elektabilitas 6,4 persen, Agus Harimurty Yudhoyono (3,5 persen), Erick Thohir (3,4 persen), Sandiaga Uno (2,6 persen), Puan Maharani (1,9 persen), Airlangga Hartarto (1,2 persen) dan Muhaimin Iskandar (0,9 persen), serta undecided (8,9 persen).
Apna menjelaskan, sedikitnya ada lima faktor utama yang menyebabkan elektabilitas Prabowo Subianto terus menguat dibandingkan tokoh-tokoh lainnya.
Pertama, akhir-akhir ini Prabowo di tengah kesibukannya sebagai Menteri Pertahanan sering turun ke masyarakat bawah berkomunikasi dengan publik luas.
Baca juga: Elektabilitas Prabowo Mengalami Kenaikan dalam Survei Litbang Kompas, Apa Penyebabnya?
Kedua, pertemuan Prabowo dengan sejumlah tokoh yang memiliki efek elektoral cukup tinggi seperti dengan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah tokoh agama di berbagai daerah.
Ketiga, sinyal endorsement dari Presiden Jokowi terhadap pencapresan Prabowo yang semakin kuat dan transparan.
Keempat, berpalingnya dukungan dari Jokowi Mania yang semula mendukung Ganjar kini mantap menjatuhkan pilihan pada Prabowo.
Kelima, mulai munculnya nama Prabowo dalam arena sirkuit Musyawarah Rakyat (Musra) di berbagai daerah.
"Musra ini adalah wadah berbagai komponen pendukung Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019," ucapnya.
Selain elektabilitas Prabowo Subianto yang terus menguat, sentimen positif dari publik terhadap sosok Ketua Umum Partai Gerindra itu juga semakin meningkat.
Baca juga: Projo Tak Ikuti Jejak Immanuel Ebenezer Tiba-tiba Beralih Dukung Prabowo di Pilpres 2024
Berdasarkan analisis media monitoring yang dilakukan Polstat, setahun jelang Pemilu 2024 sentimen positif terhadap Prabowo semakin kuat sementara sentimen negatifnya semakin hilang.
Jika pada Pilpres 2014 dan 2019, isu-isu negatif tentang Prabowo banyak bertebaran di media sosial, saat ini relatif jarang terdengar isu minor yang ditujukan pada Prabowo.
"Kini publik pada umumnya sangat mengapresiasi baik kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan RI maupun integritasnya sebagai seorang negarawan," ujarnya.
Ada pun Survei Polstat kali ini dilakukan pada tanggal 10 sampai 18 Februari 2023 di seluruh wilayah Republik Indonesia yang terdiri dari 34 provinsi.
Populasi survei ini adalah seluruh penduduk Indonesia yang minimal sudah berusia 17 tahun dan memiliki E-KTP.
Jumlah sampel sebesar 1220 responden diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multi-state random sampling).
Batas kesalahan (margin of error)+/- 2,8 persen dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka langsung dengan responden berpedoman kuesioner.
Survei Polstat kali ini dilengkapi dengan analisis media monitoring untuk mengukur perkembangan sentimen publik terhadap para capres setahun jelang Pemilu 2024.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.