Pilpres 2024
Datangi Markas PAN, Petinggi Gerindra Berharap Kerja Sama Dua Kali Pilpres Bisa Terus Dilanjutkan
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan ada banyak yang dibicarakan dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam tersebut.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konstelasi politik nasional bergerak semakin dinamis. Kali ini, petinggi Partai Gerindra mendatangi Kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN) di Jalan Buncit Raya, Kalibata, Jakarta Selatan pada Senin (5/6/2023).
Adapun petinggi Gerindra yang hadir dipimpin oleh Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco, Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono, Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman, dan Bendahara Umum Gerindra Thomas Djiwandono.
Mereka langsung disambut oleh sejumlah petinggi PAN. Mereka adalah Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto, Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay, hingga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio.
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan ada banyak yang dibicarakan dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam tersebut.
Satu di antaranya mengenai suksesi kepemimpinan agar dapat berjalan baik dan lancar.
"Suksesi kepemimpinan ini perlu dikawal karena ini sebuah proses demokrasi yang diikuti parpol, harapannya partisipasi rakyat besar dan rakyat bahagia senang menyambut proses demokrasi ini dengan gembira," kata Muzani dalam konferensi pers di Kantor DPP PAN di Jalan Buncit Raya, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan pada Senin (5/6/2023).
Baca juga: Setelah Bertemu PDIP, PAN akan Terima Kunjungan Gerindra Hari Ini, Jajaki Koalisi
Tak hanya itu, pertemuan itu juga menghasilkan sebuah kesepakatan. Menurut Muzani, PAN dan Gerindra sepakat agar mengawal kepemimpinan Presiden Jokowi hingga Oktober 2024 mendatang.
"Kita sepakat menjaga konsistensi dan legacy dari Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin sampai akhir periode yakni Oktober 2024, sampai terjadinya transfusi kepemimpinan," jelas Muzani.
Lebih lanjut, Muzani menambahkan pihaknya juga bersepakat agar kerjasama politik PAN dan Partai Gerindra yang pernah terjalin dua kali pemilihan presiden 2014 dan 2019 bisa dilanjutkan.
"Kami bersepakat kerjasama politik yang pernah dilakukan PAN bersama Gerindra 2014 dan 2019 diharpakan bisa dilanjutkan dalam pembicaraan-pembicaraan ke depan sehingga kerjasama politik di 2024 dimatangkan dalam pembicaraan-pembicaraan yang akan datang," ungkap Muzani.
Di sisi lain, Muzani menyatakan Gerindra dan PAN bersepakat perlunya melanjutkan pemilihan dengan sistem proporsional terbuka.
"Karena itu diharapkan memperkuat posisi demokrasi dan posisi partai pada anggota legislatifnya masing-masing," jelas Muzani
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyebut partainya telah menganggap Gerindra sebagai sahabat.
Nantinya, pertemuan ini bakal ditindaklanjuti dengan pertemuan lainnya.
"Kita sepakat pertemuan hari ini akan kita tindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, apakah itu pertemuan terbuka ataukah tetutup," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sekretaris-jenderal-sekjen-gerindra-ahmad-muzani-tentang-dedy-mulyadi.jpg)