Pilpres 2024
Elite PKB Klaim Hubungannya dengan Gerindra Saling Melengkapi: Prabowo Paham Itu
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda menyatakan, koalisi PKB dengan Gerindra saling melengkapi.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda menyatakan, koalisi PKB dengan Gerindra saling melengkapi.
Hal itu berkaca pada perolehan suara PKB dan Gerindra pada Pemilu sebelumnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
"PKB adalah partai politik yang memenangkan Pemilu 2019 di Jawa Timur dan pemenang kedua di Jawa Tengah, saat yang sama Gerindra pemenang di Jawa Barat dan Banten, jadi dua-duanya saling melengkapi," kata Huda saat talk show bertajuk 'PKB Mendengar, Gus Imin Pilih Siapa?' di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (1/8/2023).
Dengan begitu, Huda menilai tidak rasional jika ada pihak yang menyatakan Prabowo akan mudah mendapatkan pasangan cawapres jika tidak dengan Cak Imin.
Sebab menurut dia, kedua sosok itu sudah memiliki kecocokan dan melengkapi.
"Mungkin semua partai bisa bergabung ke Prabowo, tapi tidak menggenapi, tidak menjadi pelangkapi kebutuhan dari Gerindra sendiri," tutur dia.
Baca juga: PKB Sebut Semua Parpol Masih Tunggu Uji Materi MK soal Usia Capres-Cawapres Sebelum Berkoalisi
Huda mengklaim, kondisi saling melengkapi itu juga turut dipahami oleh Prabowo Subianto yang didorong oleh Gerindra sebagai capres.
Terlebih, Prabowo Subianto sudah dua kali kalah di Pilpres 2014 dan 2019 karena gagal meraup suara di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sementara, di dua wilayah itu PKB kata Huda memperoleh suara yang besar.
"Prabowo kalah dua kali pilpres karena tidak mendapatkan insentif elektoral di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dan kalau PKB gabung pasti melengkapi," kata dia.
"Sangat dipahami (oleh Prabowo Subianto)," kata Huda.
Baca juga: Waketum PKB Tegaskan Cak Imin Bakal Dukung Capres yang Bisa Menang di Pilpres 2024
Dalam acara yang sama, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid alias Gus Jazil mengatakan pihaknya dalam hal ini PKB akan tetap setia pada koalisi yang sudah dibangun, dalam hal ini Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Partai Gerindra.
Pernyataan Gus Jazil ini sekaligus merespons pernyataan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang menyinggung agar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menetap bersama KKIR untuk Pilpres mendatang.
Meski demikian, Gus Jazil menyatakan kesetiaan PKB dalam koalisi itu dengan catatan, yakni rekan koalisinya juga harus setia.
"Yang jelas, PKB masuk kategori partai yang setia, kalau yang di sana juga setia," kata Jazilul.
Tak hanya menyinggung soal kesetiaan dari rekan koalisi, Gus Jazil juga mengutip beberapa konten yang viral di media sosial.
Secara garis besar, dalam konten yang kerap didengarnya itu yakni akan melepas hubungan jika alurnya tidak juga menemukan kejelasan.
"Apa itu ada biasanya itu di YouTube itu, kalo gak salah, lu 11 aku 12. Lu nggak jelas gua lepas," kata Gus Jazil
Respons Gus Jazil ini juga sekaligus menyoroti terkait belum adanya kesepakatan dari PKB dengan Gerindra perihal nama Capres-Cawapres untuk segera diumumkan.
Padahal keduanya sudah menjalin koalisi selama sekitar 11 bulan.
Akan tetapi, Gus Jazil menilai wajar dengan hal tersebut, karena kedekatan Gerindra dengan PKB sejatinya cukup sebentar dan baru dekat belakangan ini.
"Makanya kader-kader PKB, para ulama para mungkin pengamat juga (menanyakan) 'ini kok enggak jadi-jadi ya' ya memang enggak tahu caranya, lihat saja baru belum tahu caranya," tukas dia.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.