Jumat, 29 Agustus 2025

Pilpres 2024

Tanggapi Wacana Perjodohan Ganjar dan Prabowo di Pilpres 2024, Sekjen PDIP: Tunggu Momentum

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, memberikan komentar soal wacana perjodohan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Istimewa
Kolase Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, memberikan komentar soal wacana perjodohan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024. 

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, memberikan komentar soal wacana perjodohan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Menanggapi wacana tersebut, Hasto berkata terkait siapa yang akan mendampingi Ganjar, itu tinggal menunggu momentum yang tepat.

Saat ini, kata Hasto, PDIP sudah melakukan kajian secara mendalam.

Tak hanya itu, Hasto menyebut Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, juga akan memohon petunjuk dari Tuhan untuk memperoleh keputusan yang terbaik.

Baca juga: Pengamat Nilai Duet Ganjar-Prabowo Berpotensi Menang Mutlak, Tapi Sulit Terjadi

"Terkait dengan siapa yang akan mendampingi Pak Ganjar Pranowo, tunggu momentumnya," kata Hasto Kristiyanto, dikutip dari YouTube KompasTV, Kamis (21/9/2023).

"Semua telah dilakukan kajian secara mendalam dan juga Ibu Megawati Soekarnoputri meminta petunjuk dari Tuhan yang Maha Kuasa sehingga nanti yang akan diputuskan adalah yang terbaik," tuturnya.

Sekjen PDIP itu kemudian melanjutkan pemilihan soal siapa yang akan mendampingi Ganjar tak hanya berfokus untuk kepentingan sempit belaka, yaitu seperti menang pemilu.

Bacapres PDIP, Ganjar Pranowo, dalam acara Mata Najwa bertajuk 3 Bacapres Adu Gagasan yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (19/9/2023) malam.
Bacapres PDIP, Ganjar Pranowo, dalam acara Mata Najwa bertajuk 3 Bacapres Bicara Gagasan yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (19/9/2023) malam. (YouTube Najwa Shihab)

Oleh sebab itu, pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP di Kemayoran, Jakarta Pusat yang digelar tanggal 29 September hingga 1 Oktober 2023 mendatang, pembahasannya bukan hanya soal Pilpres 2024.

Hasto mengatakan Ganjar juga akan membahas narasi soal kedaulatan pangan demi komitmen, tanggung jawab bagi masa depan bangsa dan negara.

"Yang tidak hanya mempertimbangkan aspek elektoral, tetapi yang paling penting adalah komitmen, tanggung jawab bagi masa depan bangsa dan negara dan itu jauh lebih penting daripada kepentingan sempit untuk sekadar menang pemilu," sambung Hasto.

"Karena itulah melalui rakernas ini kami mengangkat narasi kedaulatan pangan yang nantinya akan diusung oleh pak Ganjar Pranowo," jelasnya.

Tanggapan Puan Maharani

Isu soal duet Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto juga ditanggapi oleh Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

Ia berbicara soal peluang Ganjar mengalah menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) pendamping Prabowo di Pilpres 2024.

Puan menyatakan pihaknya masih melakukan kalkulasi politik terlebih dahulu.

Nantinya, peluang Ganjar bisa menjadi bakal cawapres Prabowo bisa terlihat dalam satu bulan ke depan.

"Kita lihat lagi nanti gimana dinamikanya satu bulan ini, apakah kemudian bisa terjadi atau tidak terjadi kan semua partai punya kalkulasinya," kata Puan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Ketua DPP PDIP Puan Maharani usai acara Munas-Konbes NU 2023 Ponpes Al Hamid Cilngkap Jakarta Timur, Senin (18/8/2023).
Ketua DPP PDIP Puan Maharani usai acara Munas-Konbes NU 2023 Ponpes Al Hamid Cilngkap Jakarta Timur, Senin (18/8/2023). (Tribunnews.com/Reynas Abdila)

Meski begitu, Puan masih enggan membeberkan lebih lanjut apakah PDIP rela jika nantinya Ganjar menjadi bakal cawapres.

Ketua DPR RI itu kembali menegaskan masih melihat dinamika politik satu bulan ke depan.

"Kan saya belum jawab. Masih mau dilihat dulu iya atau engga," jelasnya.

Lebih lanjut, Puan menambahkan pihaknya masih sering berkomunikasi dengan parpol yang tergabung dalam koalisi Indonesia Maju (KIM).

Ia mengatakan, komunikasi ke semua parpol tetap terus dilakukan secara intens.

"Jadi komunikasi ke semua partai tetap dilakukan. Ini 'kan perwakilan dari partai Golkar dan Pak Dasco dari Partai Gerindra. Jadi komunikasi informal selalu tetap dilakukan," jelasnya.

Tak hanya itu, Puan Maharani juga mengaku siap dan tidak menutup komunikasi dengan Prabowo.

"Saya sering ketemu mas Prabowo. Kemarin ketemu sama Mas Prabowo," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Deni/Igman Ibrahim)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan