Pilpres 2024
Saat Din Syamsuddin Dukung Anies - Cak Imin, Tapi Enggan Gabung Tim Pemenangan AMIN
Sebab, lanjut Din Syamsuddin, apa yang diperlihatkan dirinya ke publik lebih dari sekadar tim sukses AMIN.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Acos Abdul Qodir
Namun, Din Syamsuddin menekankan bahwa kerja sama kedua figur ini tidak menunjukkan sektarianisme politik.
Din Syamsuddin pun meminta para tokoh agama lain tak khawatir, karena NU dan Muhammadiyah bekerja untuk kepentingan bangsa.
"Ormas-ormas Islam termasuk NU dan Muhammadiyah punya wawasan tengah atau wasatiyah. Ini maksud kami datang, untuk apresiasi terhadap ijtihad politik," ucapnya.

Ia juga memuji pengalaman Anies Baswedan dan Cak Imin.
Ia menyebut kedua tokoh itu sebagai sosok pemuda yang memiliki pengalaman keorganisasian dan sudah merasakan cara mengatur politik nasional, baik di level kementerian maupun legislatif.
Secara tidak langsung, Din juga turut menyinggung soal batasan usia capres-cawapres yang merupakan calon pemimpin bangsa.
Baca juga: Respons Khofifah usai Jadi Rebutan Kubu Prabowo dan Ganjar, Diharapkan Gabung Tim Pemenangan
Selain faktor usia, kata Din, Indonesia kini memerlukan pemimpin yang segar atau secara biologis muda, namun memiliki pengalaman.
"Yang terlalu muda, apalagi minim pengalaman, justru berbahaya, tapi tidak terlalu tua," ujarnya.
"Sangat manusiawi dan alami kalau terlalu tua ini suka pikun suka lupa he-he-he,... Jangan-jangan lupa nanti Pancasila tapi juga jangan terlalu muda karena jam terbang kepemimpinan itu penting," tandasnya.
Diketahui, Wali Kota Solo yang juga putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, saat ini menjadi calon peserta Pilpres 2024 dengan usia laing muda, yakni 36 tahun.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.