Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

Saat Din Syamsuddin Dukung Anies - Cak Imin, Tapi Enggan Gabung Tim Pemenangan AMIN

Sebab, lanjut Din Syamsuddin, apa yang diperlihatkan dirinya ke publik lebih dari sekadar tim sukses AMIN.

Penulis: Chaerul Umam
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menerima kunjungan silaturahmi Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Jumat (3/11/2023). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menjawab peluang dirinya, bergabung dengan Tim Pemenangan AMIN (Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar).

Saat ditanya awak media terkait hal itu, Din Syamsuddin menjawab dirinya tak perlu bergabung dengan tim pemenangan.

Hal itu disampaikannya saat bersilaturahmi ke Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2023).

"Kepada saya, tidak perlu didapuk atau diapakan, apalagi jadi (tim pemenangan)," kata Din Syamsuddin.

Sebab, lanjut Din Syamsuddin, apa yang diperlihatkan dirinya ke publik lebih dari sekadar tim sukses AMIN.

Ada pun dalam pertemuan itu, Din Syamsuddin beserta pimpinan ormas Islam mengapresiasi langkah politik PKB yang bergabung dengan Koalisi Perubahan.

"Karena apa yang saya tampilkan secara terbuka dengan penuh niat baik pikiran, ini sudah lebih dari tim sukses. Jadi tidak perlu dimasukkan," pungkas Din Syamsuddin.

Sementara itu di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB, Jazilul Fawaid, menjelaskan soal progres siapakah yang bakal menjadi Kapten Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (Timnas AMIN).

"Sudah siap. Sudah siap. Sudah (diputuskan), belum diumumkan," kata Gus Jazil, sapaan karibnya.

Dikatakan Jazilul, sosok Kapten Timnas AMIN tersebut bukan urusan mendesak. 

"Tunggu, karena bagi pasangan AMIN itu bukan perkara yang mendesak, semuanya sudah jalan ini," ujar dia.

Puji Anies - Cak Imin, Sindir Gibran

Di tempat yang sama, Din Syamsuddin secara tersirat menyampaikan dukungannya untuk pasangan capres-cawapres Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar.

Bahkan, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menyebut pasangan calon dengan nama AMIN itu merupakan figur yang merepresentasikan kerja sama dua ormas Islam di Indoneisa, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

"Cak Imin itu tokoh NU, Mas Anies bisa lah dianggap dari Muhammadiyah. Ini sudah terjadi koalisi Muhammadiyah dan NU," kata Din Syamsuddin.

Namun, Din Syamsuddin menekankan bahwa kerja sama kedua figur ini tidak menunjukkan sektarianisme politik.

Din Syamsuddin pun meminta para tokoh agama lain tak khawatir, karena NU dan Muhammadiyah bekerja untuk kepentingan bangsa.

"Ormas-ormas Islam termasuk NU dan Muhammadiyah punya wawasan tengah atau wasatiyah. Ini maksud kami datang, untuk apresiasi terhadap ijtihad politik," ucapnya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bersilaturahmi dan bertemu Ketua Umum PKB sekaligus cawapres pendamping Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar, di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2023).
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bersilaturahmi dan bertemu Ketua Umum PKB sekaligus cawapres pendamping Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar, di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2023). (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Ia juga memuji pengalaman Anies Baswedan dan Cak Imin.

Ia menyebut kedua tokoh itu sebagai sosok pemuda yang memiliki pengalaman keorganisasian dan sudah merasakan cara mengatur politik nasional, baik di level kementerian maupun legislatif.

Secara tidak langsung, Din juga turut menyinggung soal batasan usia capres-cawapres yang merupakan calon pemimpin bangsa.

Baca juga: Respons Khofifah usai Jadi Rebutan Kubu Prabowo dan Ganjar, Diharapkan Gabung Tim Pemenangan

Selain faktor usia, kata Din, Indonesia kini memerlukan pemimpin yang segar atau secara biologis muda, namun memiliki pengalaman.

"Yang terlalu muda, apalagi minim pengalaman, justru berbahaya, tapi tidak terlalu tua," ujarnya.

"Sangat manusiawi dan alami kalau terlalu tua ini suka pikun suka lupa he-he-he,... Jangan-jangan lupa nanti Pancasila tapi juga jangan terlalu muda karena jam terbang kepemimpinan itu penting," tandasnya.

Diketahui, Wali Kota Solo yang juga putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, saat ini menjadi calon peserta Pilpres 2024 dengan usia laing muda, yakni 36 tahun.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan