Pilpres 2024
Tanggapi Usulan Pemecatan Dirinya sebagai Kader PDIP, Bobby Nasution Ucapkan Terima Kasih
Wali Kota Medan Bobby Nasution tak berkomentar banyak soal usulan pemecatan dari DPC PDIP Medan, ucapkan terima kasih atas dukungan selama ini.
Penulis:
Milani Resti Dilanggi
Editor:
Nuryanti
TRIBUNNEWS.COM - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Medan merkomendasikan pemecatan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, sebagai kader partai berlambang banteng ini.
DPC PDIP Medan menyebutkan Bobby Nasution tak lagi memenuhi syarat sebagai anggota PDIP.
Pemberhentian Bobby itu tertuang dalam surat yang dikeluarkan DPC PDIP Medan bernomor 217 /IN/DPC-29.B-26.B/XI/2023.
Surat itu diakui Bobby sudah diterima pada Senin (13/11/2023) malam.
Bobby tak banyak berkomentar mengenai usulan tersebut, ia hanya mengucapkan terima kasih atas dukungan DPC PDIP Medan selama ini.
"Tanggapannya terhadap surat itu tentunya terima kasih kepada PDI Perjuangan yang sampai hari ini juga support saya di Pemerintah Kota Medan.
Baca juga: Penyebab DPC PDIP Medan Usulkan Pemecatan Bobby Nasution ke DPP
"Ya mudah-mudahan, ke depannya terus support untuk masyarakat, bantu kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan yang macem-macem," kata Bobby di Gedung DPRD Kota Medan, Selasa (14/11/2023) siang, dikutip dari TribunMedan.com.
Bobby mengaku nantinya bakal memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai usulan tersebut.
"Kita lagi di gedung anggota dewan, gedungnya wakil rakyat kota Medan, tadi kita bersama pak Ketua DPRD kita juga tidak ada bahas itu yang kita bahas kepentingan masyarakat kota Medan," kata Bobby.
Lebih lanjut, soal dirinya yang disebut tak lagi memenuhi syarat menjadi kader, Bobby meminta menanyakan hal itu ke Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim.
Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini diusulkan dipecat buntut sikapnya yang memilih mendukung pasangan bakal capres-cawapres yang diusung partai lain, yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
DPC PDIP Medan sempat memberikan waktu tiga hari untuk Bobby mengundurkan diri dan mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) PDIP, sejak diminta klarifikasi oleh Bidang Kehormatan PDIP pada 6 November 2023 lalu.
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, Bobby tak kunjung mengundurkan diri.

Pemecatan ini berdasarkan surat pemberhentian yang telah dikirimkan oleh DPC PDIP Medan tertanggal 10 November 2023 dan ditandatangani oleh Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim.
"Sampai batas waktu yang diberikan oleh DPP Partai bahwa Bobby Afif Nasution belum juga menyerahkan surat pengunduran diri dan KTA PDI Perjuangan kepada DPC PDI Perjuangan Kota Medan," ujar petikan surat tersebut, dikutip dari TribunMedan.com.
Dalam surat itu Hasyim mengatakan, Bobby telah terbukti melakukan tindakan pelanggaran kode etik dan disiplin anggota partai.
"Sehingga saudara Muhammad Bobby Afif Nasution tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota PDI Perjuangan," tulis surat tersebut.
Sebelumnya, dukungan Bobby terhadap Prabowo-Gibran disampaikan bersama Barisan Pengusaha Pejuang di Djakarta Theater, Jakarta Pusat pada Rabu (8/11/2023).
Ada ribuan peserta yang turut hadir dalam deklarasi dukungan kepada Prabowo-Gibran tersebut.
Saat itu, Bobby memimpin langsung deklarasi dukungan Barisan Pengusaha Pejuang bersama ribuan peserta.
"Kami barisan pengusaha pejuang mendukung, memilih, dan memenangkan pasangan capres dan cawapres Prabowo-Gibran untuk menjadi presiden dan wakil presiden 2024," ucapnya.
Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menyatakan pihaknya menganggap Prabowo Subianto sebagai panutan.
DPC PDIP Medan Anggap Bobby Tak Beretika
Bendahara DPC PDIP Medan, Boydo HK Panjaitan, sebelumnya mengkritik keras sikap Bobby.
Ia bahkan menilai Bobby Nasution tak beretika.
"Kalau secara etika harusnya kembalikan dulu lah KTA itu dan buat surat pengunduran yang baik-baik, jangan sibuk deklarasi dulu," kata Boydo, Rabu (8/11/2023) dikutip dari Kompas.com.
Boydo menegaskan, DPP PDIP telah memberi waktu selama tiga hari ke Bobby untuk mengembalikan KTA jika ingin mendukung Prabowo-Gibran.
"(Apa) ini memang yang (mau) diajarkan ke anak muda, tidak ada etika dalam berpolitik itu yang gawatnya kita."
"Makanya itu yang saya sampaikan dan (kalau) kita enggak menjaga (etika) dari muda, (apa) yang sudah diajarkan, apa yang sudah kita omongkan, dilanggar semua," terang Boydo.
Boydo pun mengimbau Bobby untuk tidak arogan.
"Perintah DPP kepada Bobby ini untuk terakhir kali lakukan saja, jangan arogan sekali kan gitu," katanya, dikutip dari TribunMedan.com.
Menurut Boydo, menantu presiden Jokowi itu tidak memiliki etika politik dan menantang jika tak segera mengundurkan diri.
"Untuk apa menahan-nahan pengunduran dirinya, apa gunanya? Untuk deklarasi, dia punya waktu, kenapa mengundurkan diri tidak (ada waktu)? Itu sama aja seperti menantang. "
"Kalau etika politiknya bagus, kan dia sudah dipanggil diberikan sedikit peringatan dan imbauan oleh DPP tidak boleh dua kaki," ungkap Boydo.
(Tribunnews.com/Milani Resti) (TribunMedan.com/Anugerah Nasution) (Kompas.com/Adyasta Dirgantara)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.