Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

Prabowo Tak Masalah jika Rakyat Tak Beri Mandat: Saya Sudah Buktikan Berkali-kali

Hadiri acara Musyawarah Kerja Nasional III Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Sabtu (2/12/2023). Prabowo minta mandat rakyat.

Tribunnews.com/ Mario Christian Sumampow
Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto di Ballroom Djakarta Theatre, Jumat (1/12/2023). Hadiri acara Musyawarah Kerja Nasional III Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Sabtu (2/12/2023). Prabowo minta mandat rakyat. 

TRIBUNNEWS.COM - Calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto, menghadiri acara Musyawarah Kerja Nasional III Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Sabtu (2/12/2023).

Pada momen tersebut, Prabowo meminta mandat rakyat untuk memimpin Indonesia pada 2024 mendatang.

Prabowo Subianto berujar, apabila nasib baik berpihak padanya, maka dirinya akan bekerja sebaik mungkin untuk Indonesia.

Baca juga: Sekjen Gerindra Targetkan Prabowo Menang 70 Persen di NTB seperti Pilpres 2019

Namun, apabila tak terpilih, pria berusia 72 tahun itu mengaku legawa menerima kekalahan.

Sebagaimana diketahui, Prabowo telah berkali-kali maju ke kontestasi pemilihan presiden (pilpres).

Ia pertama kali ikut bertarung pada Pilpres 2009. Kala itu, ia maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Megawati Soekarnoputri dan kalah.

Kemudian, pada Pilpres 2014 dan 2019, Prabowo maju sebagai capres.

Ia menggandeng Hatta Rajasa pada 2014 dan Sandiaga Uno pada 2019.

Namun, lagi-lagi Prabowo kalah. Mantan Danjen Kopassus itu kalah bersaing dengan Joko Widodo (Jokowi).

Kini pada gelaran 2024, Prabowo kembali maju sebagai capres dengan menggandeng putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai cawapres.

Prabowo Subianto menyambangi pondok pesantren (ponpes) Miftahul Huda di Jalan Pasirpamiamg, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (2/11/2023).
Prabowo Subianto menyambangi pondok pesantren (ponpes) Miftahul Huda di Jalan Pasirpamiamg, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (2/11/2023). (Tribunnews.com/Igman)

"Saya datang di hadapan rakyat dan saya minta mandat. Kalau rakyat memberi mandat kepada saya, saya siap berkerja untuk bangsa dan negara."

"Kalau rakyat tidak memberi mandat ya tidak masalah dan saya sudah buktikan berkali-kali," tuturnya, Sabtu.

Sementara itu, Ketua Umum Gerindra itu menegaskan akan terus mencoba selagi ada kesempatan.

Ia melihat bagaimana Indonesia masih memiliki masalah yang sama dari waktu ke waktu.

"Ada kesempatan lagi, maju lagi, minta lagi, enggak dikasih lagi, ada kesempatan ya maju lagi."

"Tapi saya lihat tuh kok masalahnya masih sama ya masalahnya adalah kekayaan bangsa Indonesia tidak tinggal di Indonesia," ucapnya.

Ia pun mengeklaim memahami apa yang terjadi sehingga meminta mandat rakyat Indonesia untuk memimpin bangsa ini.

"Saya ingin diberi mandat. Saya ingin untuk diberi kesempatan memimpin bangsa dan negara ini karena saya merasa bahwa saya paham, saya mengerti apa yang sedang terjadi kepada bangsa kita," jelasnya.

Curhat Bukunya Tak Laku

Selain minta mandat rakyat, pada momen tersebut, Prabowo juga sempat curhat buku karangannya tidak laku di pasaran.

Judul buku yang ia buat ialah Paradoks Indonesia dan Indonesia Menang.

"Saya bikin beberapa buku. Menurut saya, buku saya bagus, tapi enggak laku. Buku saya tidak laku sedih dong," jelasnya.

Meski demikian, pria yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) itu tidak kapok dan tetap membuat buku.

Prabowo mengaku, sering membagikan buku karangannya cuma-cuma atau gratis ketika ia menghadiri beragam kegiatan.

"Buku yang bagus memang belum tentu laku. Ya sudahlah aku bikin buku lagi, aku bagi-bagi saja," tuturnya.

(Tribunnews.com/Deni/Rina Ayu Panca Rini)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan