Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2024

Hasto Sebut 'KTP Sakti' jadi Pengganti Baliho Ganjar-Mahfud Wujudkan Program Rakyat

Namun, Hasto meminta kader PDIP tidak khawatir dengan sedikitnya jumlah baliho Ganjar-Mahfud. Sebab, kandidat nomor urut 3 itu punya cara lain

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan para pengurus PDIP menunjukkan KTP elektronik masing-masing dalam rangkaian safari politik dan konsolidasi struktural DPC PDIP Kabupaten Pandeglang, di kantor partai DPC Pandeglang Banten, Minggu (10/12/2023). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, PANDEGLANG - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD tidak memiliki baliho yang masif dipasang di ruang publik.

Namun, Hasto menyebut jumlah baliho milik Ganjar-Mahfud berbeda dengan kandidat lain.

Hal itu disampaikan oleh Hasto Kristiyanto saat pidato dalam rangkaian safari politik dan konsolidasi struktural DPC PDIP Kabupaten Pandeglang, di kantor partai DPC Pandeglang Banten, Minggu (10/12/2023).

"Kalau di sana pakai truk-truk memasang baliho dan kita enggak tahu siapa yang memasang dan dari mana dananya," kata Hasto.

Namun, Hasto meminta kader PDIP tidak khawatir dengan sedikitnya jumlah baliho Ganjar-Mahfud. Sebab, kandidat nomor urut 3 itu punya cara lain mengenalkan diri ke masyarakat.

Satu caranya, kata Hasto, kandidat Ganjar-Mahfud punya program "KTP Sakti" yang bisa dikenalkan ke rakyat sebagai pengganti baliho.

"Kami cukup ini (menunjukkan KTP, red) menjadi balihonya Ganjar-Mahfud MD saudara-saudara sekalian. Jadi, sampaikan kepada rakyat, ketika Anda memegang KTP, maka kepemimpinan Ganjar-Mahfud itu kepemimpinan yang membawa program-program konkret untuk rakyat melalui KTP Sakti di sinilah baliho dari Ganjar dan Mahfud MD," kata politisi asal Yogyakarta itu.

Hasto pun berkelakar, lebih baik dana membuat baliho bisa diganti sebagai uang membeli kopi dan pisang goreng untuk bertemu rakyat, sembari mendengarkan keluhannya.

"Jadi, mendingan kalau ada dana dipakai untuk bertemu rakyat. Membeli kopi dan membeli pisang goreng sehingga kita bisa bertemu bersama-sama dengan penuh gembira biar mereka yang memasang baliho di mana-mana yang mencoblos itu bukan pohon-pohon yang dipakai untuk baliho, yang mencoblos itu rakyat saudara-saudara sekalian," terangnya.

Baca juga: Kala Hasto PDIP Singgung Prabowo Tak Bisa Blusukan, Sebut Ganjar-Mahfud Pemimpin Merakyat

Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) ini juga sempat mempertanyakan baliho masif kandidat lain. Terutama, sumber uang mencetak sampai memasang alat peraga kampanye tersebut.

"Jadi, kita enggak usah gentar karena ada Ganjar, enggak usah takut karena ada Mahfud, enggak ada baliho tidak apa-apa yang penting inilah pemimpin yang bersih daripada ada baliho duitnya dari mana? Apa dari korupsi? Itu, kan, muncul dugaan, korupsi food estate katanya dikorupsi, membentuk perusahaan yang diisi teman-temannya sendiri, pengadaan alutsista konon katanya juga dikorupsi. Pak Ganjar dan Pak Mahfud lebih baik tidak memasang baliho daripada ada tanda tanya besar dananya, dari mana," papar dia.

"Oleh karena itu yang penting door to door, kita ini partai pejuang, kita ini partai rakyat, kita ini partai yang sejak dulu tidak pernah bergelimpangan harta, tetapi kita berharap dengan kerja konkret bersama rakyat itulah jati diri kepartaian kita yang harus kita laksanakan dengan penuh kesungguhan hati," jelas Hasto Hasto.

Hadir dalam acara tersebut, kader PDIP Abdullah Azwar Anas dan KH Zainal Arifin Naim. Sementara, kader PDIP Banten dipimpin Ketua Ade Sumardi dan Sekretaris Asep Rahmatullah. Tampak juga sejumlah kader seperti Hasby Jayabaya, Ananta Wahana, dan Bonnie Triyana.

Anies Pasang Baliho di Hati Rakyat

Sementara itu Juru bicara Tim Pemenangan Nasional (Timnas) Anies-Cak Imin (AMIN) Indra Charismiadji mengungkapkan alasan mengapa baliho atau spanduk AMIN jarang terlihat di ruang terbuka.

Dia menyebutkan bahwa logistik pihaknya tak sebesar lainnya.

Meski begitu, Indra mengklaim bahwa pihaknya telah memasang baliho di hati rakyat.

"Kita ini paslon yang paling kurang logistik. Dari LHKPN paslon kita hartanya paling rendah," kata Indra dihubungi Jumat (8/12/2023).

Dia mencontohkan ketua TKN Prabowo-Gibran dan TPN Ganjar-Mahfud dari pengusaha besar. Sedangkan Ketua Timnas AMIN berasal dari pensiunan tentara.

Baliho Prabowo Joget

Baliho bakal calon presiden yang diusung Partai Gerindra Prabowo Subianto mulai bertebaran di beberapa titik di Solo Raya, Jawa Tengah.
Baliho bakal calon presiden yang diusung Partai Gerindra Prabowo Subianto mulai bertebaran di beberapa titik di Solo Raya, Jawa Tengah. (TribunSolo.com/Anang Ma'ruf)

Baliho bakal calon presiden yang diusung Partai Gerindra Prabowo Subianto mulai bertebaran di beberapa titik di Solo Raya, Jawa Tengah.

Uniknya, baliho-baliho itu memiliki tulisan-tulisan yang tak biasa alias nyeleneh.

Misalnya saja baliho itu menggambarkan Prabowo sedang asyik berjoget.

Adapun tulisan dalam baliho itu adalah 'Diejek, Difitnah, Dijelekin, Jogetin Aja'.
Baliho lainnya tengah menggambarkan kedekatan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo.

Tulisan di dalamnya tak kalah mengundang tanya yakni 'Kelihatannya ini Jatahnya Pak Prabowo'.

Terkait kejadian ini, Ketua DPC Gerindra Kota Solo Ardianto Kuswinarno menyampaikan pemasangan baliho tersebut bukan dari DPC Gerindra Kota Solo.

"Kalau pemasangan baliho itu kami tidak tahu, kemungkinan dari relawan," ucap Ardianto.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan