Pilpres 2024
Ganjar dan Anies Kompak Serang Prabowo, PDIP: Suasana Kebatinan yang Menyatukan
PDI Perjuangan (PDIP) merespons anggapan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo kompak serang Prabowo Subianto.
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) merespons anggapan calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar dan capres nomor urut 1, Anies Baswedan kompak menyerang capres nomor urut 2, Prabowo Subianto dalam debat yang digelar Selasa (12/12/2023) malam.
Hasto Kristiyanto mengatakan, itu bukanlah strategi untuk mengambil ceruk suara Prabowo.
"Itu bukan strategi (ambil ceruk suara)," kata Hasto di Gedung High End, Jakarta, Rabu (13/12/2023).
Hasto menjelaskan, hal itu karena Ganjar dan Anies memiliki kebatinan yang sama, yakni sama-sama diintimidasi.
"Itu suasana kebatinan yang menyatukan karena sama-sama diintimidasi," ujar
Dalam debat perdana capres, Ganjar sempat saling beradu argumen dengan Prabowo soal kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.
Baca juga: Menhan Prabowo Hadiri Reuni Emas Akabri 1973 di Akmil Magelang, Ini Daftar Purnawirawan yang Hadir
Hal itu bermula ketika Ganjar bertanya ke Prabowo mengenai komitmennya untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu jika terpilih di Pilpres 2024.
Ganjar mengatakan, terdapat 12 kasus pelanggaran HAM berat mulai dari peristiwa 1965-1966, peristiwa Talangsari 1989 hingga peristiwa Wamena 2003.
Dia menjelaskan, tahun 2009 DPR sudah mengeluarkan 4 rekomendasi untuk presiden, yakni membentuk pengadilan HAM ad hoc.
Kemudian, menemukan 13 korban penghilangan paksa, memberikan kompensasi dan pemulihan, dan meratifikasi konvensi anti penghilangan paksa sebagai upaya pencegahan.
Baca juga: Prabowo dan SBY Makan Siang bareng Alumni Akabri 1970-1973 di Akademi Militer Magelang
"Kalau Bapak (Prabowo) di situ apakah akan membuat pengadilan HAM dan membereskan rekomendasi DPR?" kata Ganjar dalam debat perdana capres di KPU RI, Jakarta, Selasa (12/12/2023) malam.
"Pertanyaan kedua, di luar sana menunggu banyak ibu-ibu. Apakah bapak bisa membantu di mana kuburnya yang hilang agar mereka bisa berziarah?" tanya Ganjar.
Pertanyaan tersebut pun langsung dijawab Prabowo.
Dia mengatakan, dirinya sudah berkali-kali memberikan jawaban.
"Apa lagi yang mau ditanya kepada saya? Saya sudah jawab berkali-kali tiap 5 tahun kalau polling saya naik ditanya lagi soal itu," ucap Prabowo.
Prabowo lalu meminta agar kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tidak dipolitisasi.
"Jadi masalah HAM jangan dipolitisasi, Mas Ganjar," ungkapnya.
Sementara itu, Anies juga sempat saling serang dengan Prabowo.
Hal ini bermula ketika Prabowo mengatakan bahwa Anies tak mungkin menjadi Gubernur DKI Jakarta tanpa dirinya.
Hal itu ia sampaikan saat merespons jawaban Anies atas pertanyaan debat capres terkait rendahnya kepercayaan publik terhadap partai politik.
"Mas Anies dipilih sebagai Gubernur DKI menghadapi pemerintah yang berkuasa, saya yang mengusung bapak," kata Prabowo dalam debat.
"Kalau demokrasi tidak berjalan, tidak mungkin anda menjadi gubernur," sambungnya.
Pernyataan itu pun dijawab Anies. Dia lalu menyerang balik Prabowo soal peran oposisi.
Namun, dia menilai tidak semua orang bertahan menjadi oposisi, termasuk Prabowo.
"Seperti disampaikan Pak Prabowo. Pak Prabowo tidak tahan untuk menjadi oposisi," kata Anies.
"Apa yang terjadi? Beliau sendiri sampaikan tidak berada dalam kekuasaan, membuat tidak bisa berbisnis, tidak bisa berusaha. Karena itu harus berada di kekuasaan," imbuhnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.