Minggu, 31 Agustus 2025

Pilpres 2024

Bocoran Isi Pembicaraan Jokowi dan Prabowo-Gibran di Istana seusai Penetapan KPU

Istana memberi bocoran isi pembicaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo-Gibran seusai penetapan KPU.

Penulis: Jayanti TriUtami
Instagram @prabowo
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto bersalaman di sela peresmian Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman dan 25 RS milik TNI di RSPPN, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2024). 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (25/4/2024) malam.

Pertemuan itu digelar seusai Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wapres terpilih 2024.

Pihak Istana melalui Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana memberikan bocoran isi pembicaraan antara Jokowi, Prabowo, dan Gibran.

Ari mengklaim pertemuan itu digelar atas inisiatif Prabowo dan Gibran.

Tujuannya, untuk menyampaikan secara langsung hasil penetapan presiden dan wapres terpilih oleh KPU.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) juga telah menolak gugatan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD terkait sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umumn (PHPU) 2024.

Menurut Ari, Jokowi sempat mengucapkan selamat atas penetapan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wapres terpilh.

"Dan menegaskan kembali dukungan penuh Pemerintah untuk memastikan proses peralihan pemerintahan pada bulan Oktober 2024, berjalan dengan baik dan lancar," ujar Ari, Kamis (25/4/2024).

Ari menambahkan, dalam pertemuan itu Jokowi juga mengutarakan harapan agar pemerintahan Prabowo-Gibran dapat langsung bekerja seusai dilantik pada 20 Oktober 2024 mendatang.

"Presiden Jokowi juga mendukung inisiatif dan langkah-langkah Presiden dan Wakil Presiden Terpilih untuk merangkul semua komponen bangsa dalam upaya bersama untuk mewujudkan Indonesia Maju," ungkap Ari.

"Saat ini, Persatuan nasional sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi dampak situasi ekonomi-politik global yang tengah bergejolak," tandasnya.

Baca juga: Bertemu Prabowo-Gibran, Jokowi Ucapkan Selamat dan Dukung Inisiatif Persatuan Setelah Pemilu

Sebagai informasi, Prabowo tiba di Istana Merdeka pada Rabu (24/4/2024) sekira pukul 19.30 WIB.

Ia datang dengan mengendarai mobil Toyota Alphard putih.

Kendaraan tersebut masuk melalui pintu Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut didampingi oleh Gibran.

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup.

Awak media hanya diperbolehkan meliput kedatangan Prabowo dari kejauhan.

Transisi ke Pemerintahan Baru

Sementara itu, Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin memberikan klarifikasi terkait persiapan transisi pemerintahannya ke pemerintahan Prabowo-Gibran.

Jokowi mengaku akan menyiapkan tim transisi ke pemerintahan selanjutnya.

"Ini kita itu menyiapkan agar transisinya itu bisa berjalan mulus dan baik," ujar Jokowi, usai menghadiri Rakernas Kesehatan di Tangerang, Banten, Rabu.

Jokowi menyebut upaya ini dilakukan agar Prabowo-Gibran bisa langsung bekerja seusai dilantik pada 20 Oktober mendatang.

Kendati demikian, Jokowi menegaskan pembentukan tim transisi akan dilakukan apabila diminta oleh Prabowo-Gibran.

Ditemui terpisah, Ma'ruf Amin justru menganggap tidak perlu adanya transisi ke pemerintahan selanjutnya.

Baca juga: Usai Disebut Bukan Kader PDIP Lagi, Jokowi Kini Diklaim Sudah Masuk Keluarga Besar Golkar

Ma'ruf Amin menyebut proses perpindahan pemerintahan Jokowi ke Prabowo akan berjalan secara otomatis.

"Saya kira pemerintahan Pak Prabowo ini melanjutkan pemerintahan Pak Jokowi, saya kira tentu tidak perlu lagi ada transisi," kata Ma'ruf Amin saat ditemui awak media di sebuah hotel Bandung, Jawa Barat, Rabu.

Pasalnya, Prabowo disebut akan melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan pemerintahan Jokowi.

Selain itu, lanjut Ma'ruf Amin, Prabowo juga kerap mengikuti sidang agenda kabinet bersama para menteri dan presiden.

"Artinya perpindahannya itu secara otomatis. Di beberapa sidang kabinet kebetulan Pak Prabowo ikut sudah ikut, sudah beberapa kali sehingga menurut saya tidak perlu ada transisi lagi," tandasnya.

(Tribunnews.com/Jayanti Tri Utami/Rizki Sandi Saputra/Taufik Ismail)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan