Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilgub DKI Jakarta

Jawaban Kaesang setelah Disentil Jazilul Fawaid Belum Cukup Umur untuk Maju Pilkada Jakarta 2024

Begini jawaban Kaesang Pangarep saat disebut Jazilul Fawaid belum cukup umur jka ingin maju di Pilkada Jakarta 2024.

Tribunnews.com/Gita Irawan
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep di kantor DPP PSI Jakarta Pusat pada Selasa (4/6/2024). - Begini jawaban Kaesang Pangarep saat disebut Jazilul Fawaid belum cukup umur jka ingin maju di Pilkada Jakarta 2024. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid yang menyebutnya belum cukup umur untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.

Awalnya, Jazilul mengatakan, sejauh ini baru ada Anies Baswedan, calon kepala daerah yang bakal maju di Pilkada DKI Jakarta 2024.

Kemudian, Jazilul menyinggung duet Kaesang dengan pengusaha Jusuf Hamka atau Babah Alun yang diusulkan Golkar itu.

Menurutnya, keduanya memiliki kendala masing-masing jika ingin maju di Jakarta, seperti Kaesang yang belum cukup umur.

Lalu, Jusuf Hamka yang elektoralnya belum ada, sehingga harus bekerja keras untuk itu.

"Konstelasi yang lain belum muncul. Hanya Pak Anies di DKI ini, hanya Mas Anies. Enggak ada yang lain," ujar Jazilul di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (24/7/2024).

"(Kaesang) belum cukup umur. Babah Alun? Ya selamat, itu kan sikap Golkar. Tapi kan Babah Alun perlu kerja keras. Elektoralnya belum ada," ucap dia.

Mengenai hal tersebut, Kaesang menegaskan bahwa dirinya hanya akan taat pada konstitusi yang ada.

"Ya balik lagi, saya taat dengan konstitusi. Itu saja," kata Kaesang kepada wartawan di Kantor DPP PSI, Jakart Pusat, Kamis (25/7/2024)

Terkait dengan isu duet Kaesang-Jusuf Hamka itu, PSI sendiri menyatakan bahwa belum ada kesepakatan mengenai hal tersebut.

"Sampai saat ini Mas Kaesang juga belum mengambil keputusan terkait rencana maju dalam pilkada."

Baca juga: PSI Sambut Baik Parpol yang Menunggu Kepastian Kaesang Maju atau Tidak di Pilkada Serentak

"PSI tidak akan terburu-buru dan akan mencermati situasi politik dan mendengar suara masyarakat terkait hal ini," kata Ketua DPP PSI Sigit Widodo kepada wartawan, Sabtu (13/7/2024).

Sehingga, menurut Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga, duet tersebut hanya keinginan Golkar saja.

"Jadi duet tersebut tampaknya hanya keinginan Golkar. Golkar memunculkan duet itu tanpa kesepakatan dengan PSI terlebih dahulu," kata Jamil dalam keterangannya, Senin (22/7/2024).

Apalagi, elektabitas Jusuf Hamka juga sangat rendah, sehingga dinilai akan menyulitkan partai lain di Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk mengusung Kaesang-Jusuf Hamka di Pilkada Jakarta 2024.

Terlebih lagi, nantinya lawan yang akan dihadapi adalah seorang petahana, yakni Anies yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

"Dilihat dari elektabilitasnya, duet Kaesang-Jusuf Hamka tentu sulit menang, terutama bila berhadapan dengan Anies Baswedan," ucapnya.

Namun, Jamil menilai peluang duet Kaesang-Jusuf Hamka itu masih terbuka bila elektabilitas mereka bisa meningkat.

Menurutnya, masih ada waktu untuk meningkatkan elektabilitas itu sebelum November mendatang.

Sehingga, peluang mereka untuk mengalahkan Anies semakin terbuka lebar.

"Jadi, duet Kaesang-Jusuf Hamka berpeluang terwujud bila elektabilitasnya meningkat signifikan. Hanya dengan begitu peluang mengalahkan Anies lebih terbuka," jelasnya.

Jamil mengatakan, hal itu akan menjadi pilihan KIM karena mereka tidak mau kehilangan muka bila kalah di Jakarta.

Pasalnya, mereka hanya akan mengusung calon yang berpeluang besar menang.

"Saat ini pasangan Kaesang-Jusuf Hamka belum memenuhi kriteria itu," tuturnya.

Ia mengatakan kalkulasi itu hanya berlaku jika Joko Widodo tidak cawe-cawe.

Namun, apabila Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkendak putra bungsunya itu maju di Pilkada Jakarta, maka KIM akan bersatu untuk mengusungnya.

KIM tidak akan melihat lagi elektabilitas Kaesang dan Jusuf Hamka dan semuanya akan bersatu padu mengusungnya dengan segala cara agar menang.

"Namun kalau Jokowi berkehendak Kaesang maju di Jakarta, maka KIM akan bersatu padu mengusungnya," ucap Jamil.

(Tribunnews.com/Rifqah/Ibriza Fasti/Reza Deni)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan