Kisah Pelajar Piatu yang Nyambi Jualan Angkringan di Banjarnegara Juara Karya Tulis Provinsi

Hidup tanpa orang tua lengkap tentu cobaan hidup yang berat. Siapa pun tak menginginkan kondisi itu terjadi. Tetapi kondisi itu harus dijalani Didi Kh

Kisah Pelajar Piatu yang Nyambi Jualan Angkringan di Banjarnegara Juara Karya Tulis Provinsi
Ist
Didi Khomsa Prasetyana saat terima bantuan dari Yayasan Jumat Barokah Banjarnegara. 

Beruntung soal biaya pendidikan, Didi tak terlalu mengkhawatirkannya. SMAN 1 Sigaluh menggratiskan biaya pendidikannya. Terlebih Didi adalah siswa berprestasi.

Ya, kesibukan Didi berwirausaha tak menurunkan semangat belajar anak itu. Ibarat besi, semakin ditempa dan terbakar, ia akan semakin kuat dan tajam. Kerasnya kehidupan yang menempa membuat Didi tumbuh jadi anak mandiri dan berprestasi.

Didi nyatanya mampu mempertahankan prestasinya di sekolah. Kemampuannya dalam membuat karya tulis bahkan telah diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tahun 2019 lalu, ia berhasil menyabet Juara 2 Karya Tulis Lawatan Sejarah. Di tahun sama, ia juga berhasil meraih Juara Penyajian Terbaik Karya Tulis Cagar Budaya.

Lomba itu diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

Karena prestasi dan latarbelakang hidupnya itu lah, Yayasan Jumat Barokah Banjarnegara (JBB) memberikan bantuan uang untuk pemberdayaan Didi merintis usahanya. Bantuan diberikan oleh Pembina Yayasan JBB Heni Purwono, yang juga guru Didi di sekolah.

Heni berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan Didi sebaik-baiknya, agar usahanya dapat berkembang.

"Semangatnya untuk mandiri saya lihat sangat tinggi. Saya yakin bantuan untuk Didi sangat tepat sasaran," jelas Heni.

Didi bersyukur atas apresiasi dan bantuan yang diterimanya. Ia akan memotivasinya dalam mengembangkan usaha. Ia bahkan berkomitmen akan membantu orang lain yang membutuhkan untuk membuka usaha jika usahanya berhasil.

"Semoga usaha saya bisa maju dan saya bisa menolong orang lain," kata Didi.

Cita-cita Didi tentu tak berhenti pada usaha ini. Ia bertekad melanjutkan pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi. Ia menarget mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Didi bercita-cita ingin menjadi guru kelak."Saya ingin menjadi guru, agar hidup saya banyak bermanfaat untuk orang lain," katanya. (*)

Editor: Content Writer
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved