Sabtu, 16 Mei 2026

Danau Asam Kepingan Surga Tersembunyi di Suoh Lampung Barat

Danau Asam merupakan salah satu dari tiga destinasi wisata danau unggulan yang ada di Kecamatan Suoh, Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Tayang:
Editor: Setya Krisna Sumarga
TRIBUN LAMPUNG/BOBBY ZOEL SAPUTRA
Panorama Danau Asam di Kecamatan Suoh, Lampung Barat, Provinsi Lampung. Air danau yang cukup luas ini terlihat sangat jernih. Dari riwayatnya diduga danau ini terbentuk akibat aktivitas tektonik dan vulkanik pada masa lampau. 

TRIBUNNEWS.COM, SUOH – Danau Asam di Kabupaten Lampung Barat masih belum terlalu akrab di jagat pariwisata nasional.

Tapi bagi masyarakat Lampung dan sekitarnya, danau di Kecamatan Suoh ini menjadi destinasi wisata alam yang sangat favorit.

Air danaunya jernih berwarna biru kehijauan itu, kerap membuat wisatawan berdecak kagum akan keindahan destinasi alam tersembunyi yang berada di Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh ini.

Danau Asam itulah nama wisata alam yang merupakan salah satu dari tiga destinasi wisata danau unggulan yang ada di Suoh, Lampung Barat, selain Danau Lebar dan Danau Minyak.

Darto, selaku Ketua Pokdarwis Wisata Danau Asam mengungkapkan, destinasi wisata alam ini memang sengaja dibuka untuk dijadikan tempat istirahat sambil menikmati panorama alam.

“Danau Asam ini tempat wisata untuk sekadar beristirahat dan menikmati pemandangan alam yang masih natural atau alami,” ujar Darto, Senin 3 April 2023.

“Orang-orang yang punya kesibukan di luar, biasanya sengaja datang ke sini untuk rehat sambil menikmati keindahan alam di sini,” terusnya.

Darto menceritakan, wisata alam Danau Asam dijadikan tempat wisata pada tahun 2017.

Saat itu dirinya beranggapan, jika lokasi itu dijadikan tempat wisata pastinya akan mampu memajukan ekonomi di wilayah setempat, sekaligus memperkenalkan wisata indah ini ke dunia luar.

“Karena setiap hari libur, apalagi hari-hari besar maka orang-orang pada berhenti di pinggir danau untuk beristirahat,” kata Darto.

“Akhirnya muncul ide untuk mengelola tempat ini agar orang-orang yang datang lebih nyaman untuk istirahat dan dampak ekonominya juga akan bagus,” lanjutnya.

Singkat cerita akhirnya Darto mengumpulkan warga sekitar untuk bermusyawarah guna membuka tempat wisata Danau Asam ini.

Setelah membuat forum dan semua warga sepakat, akhirnya terbentuklah tempat wisata yang menakjubkan ini.

“Saat itu juga langsung kita urus izinnya ke Balai Besar TNBBS, alhamdulillah dapat izin juga dari pihak mereka,” kata dia.

Selain menjadi tempat untuk beristirahat sambil menikmati keindahan alam dan danau yang cantik, pengunjung juga bisa melihat burung air.

Namun kata Darto, pengunjung tidak bisa melihat setiap hari, karena ada waktu-waktu tertentu untuk bisa melihat burung air ini.

“Biasanya burung-burungnya muncul di pinggir danau untuk cari makan ikan-ikan kecil yang ada di sini, datangnya juga nggak nentu” jelas Darto.

“Banyak juga jenis burung-burung air di sini seperti belibis, raja udang, dan lainnya, jadi nanti kita ikuti mereka saat mencari makan ikan-ikan kecil,” sambungnya.

Terkait tiket masuk, pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang senilai Rp 5 ribu untuk satu orang di hari biasa, sedangkan Rp 7.500 untuk hari libur.

Namun bagi pengunjung yang merupakan turis asing, mereka dikenakan biaya senilai Rp 150 ribu untuk satu orang.

Kemudian untuk biaya parkir, pengunjung yang membawa motor dikenakan biaya Rp 3.000 dan Rp 5.000 untuk mobil, selain itu dikenakan juga biaya kebersihan sebesar Rp 2.000.

Untuk fasilitas, saat ini wisata Danau Asam sudah mempunyai beberapa gazebo dengan tarif gratis bagi pengunjung ataupun wisatawan yang mau beristirahat.

Paket Kawah Nirwana

Kemudian untuk pengunjung yang tidak membawa makanan dan minuman, tempat wisata ini pun sudah menyediakan kantin.

“Kalau makanan di kantin-kantin sini kisarannya di harga Rp 10-25 ribu, sedangkan untuk minuman itu Rp 5-10 ribu,” tambahnya.

Darto menjelaskan, pengunjung juga bisa berkeliling danau dengan menaiki perahu dengan tarif Rp 15 ribu untuk satu orang.

Pengelola juga menyediakan paket hemat sebesar Rp 40 ribu bagi pengunjung yang ingin menyeberang ke wisata lainnya yang berada di seberang, yakni wisata Kawah Nirwana.

“Jadi rinciannya naik perahu pulang pergi Rp 20 ribu, bayar pemandu Rp 8 ribu, dan masuk lagi ke wisata Kawah Nirwana bayar lagi tiketnya Rp 12 ribu,” jelas Darto.

“Kenapa harus pakai pemandu? Karena yang ditakutkan di situ masih banyak kawah-kawah kecil, takutnya pengunjung ada yang nggak tau, malah bahaya jadinya,” pungkasnya.

Terakhir Darto berharap, wisata alam Danau Asam ini bisa selalu eksis untuk mendongkrak wisata di Lampung Barat.

Sehingga hal itu bisa berdampak pada roda perekonomian masyarakat sekitar dan sekaligus berdampak baij pada citra Lampung Barat sebagai kabupaten wisata terbaik di mata nasional.

Kisah terbentuknya destinasi wisata Danau Asam menjadi cerita turun temurun bagi masyarakat sekitar.

Menurut Darto, konon lokasi wisata itu terbentuk sekitar tahun 1933.

Ada beberapa faktor fenomena alam yang membuat wisata unggulan masyarakat Suoh ini terbentuk, yakni adanya bencana alam gempa dan letusan gunung.

Darto menceritakan, awal terbentuknya Danau Asam yang luasnya mencapai 160 hektare itu berawal dari gempa dahsyat yang terjadi pada tahun tersebut.

Sebelum terbentuknya danau, kata dia, tempat wisata Danau Asam itu merupakan sebuah gunung yang sangat luas.

“Menurut informasinya, dulu di tahun segitu, di sini terjadi gempa yang luar biasa. Sehingga membuat gunung ini meletus,” ungkap Darto.

“Akibat letusan gunung itu, akhirnya terbentuklah sebuah cekungan luas yang saat ini menjadi Danau Asam, dulu nggak ada danau di sini,” terusnya.

Setelah terbentuknya cekungan tersebut, lama-kelamaan cekungan itu pun terisi air yang membuat tempat tersebut menjadi hamparan danau yang luas.

Selain luas, danau tersebut pun mempunyai warna air yang sangat jernih sehingga membuat orang-orang terpukau akan keindahannya.

Kemudian, jelas Darto, penamaan wisata alam ini menjadi Danau Asam dikarenakan air pada danau tersebut mengandung zat asam.

Karena yang diketahui ada aliran belerang yang berasal dari balik bukit kemudian tercampur dengan air pada Danau Asam ini.

“Itu kan di balik bukit Danau Asam ini ada aliran air belerangnya, karena yang diketahui lokasi ini juga berdekatan dengan lokasi kawah,” jelas Dartio.

“Jadi air di Danau Adam ini pun jadinya mengandung zat asam sehingga tidak layak untuk dikonsumsi,” sambungnya.(Tribunnews.com/Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra)

ARTIKEL INI JUGA TAYANG DI ; 

Baca Selanjutnya: Rehat sambil menikmati indahnya pemandangan danau asam suoh lampung barat bisa lihat burung air

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved