In Memoriam KA Parahyangan
Jelang Pensiun, Belum Ada Lonjakan Penumpang
Setelah beroperasi sejak 31 Juli 1971, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menghapus seluruh operasional kereta api (KA) Parahyangan Bandung-Jakarta, pulang-pergi (PP), mulai Selasa (27/4/2010).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah beroperasi sejak 31 Juli 1971, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menghapus seluruh operasional kereta api (KA) Parahyangan Bandung-Jakarta, pulang-pergi (PP), mulai Selasa (27/4/2010).
Penutupan kereta api (KA) yang menjadi ikon warga Kota Bandung ini dilakukan karena okupansi penumpang yang kian minim. Jumlah penumpang dalam beberapa pekan terakhir mengalami penurunan.
Namun hari ini, Minggu (25/4/2010) belum tampak peningkatan penumpang pengguna KA Parahyangan.
Dari pantauan Tribunnews.com, di stasiun keberangkatan Gambir, belum tampak lonjakan penumpang yang menggunakan kereta api, yang menurut para pecinta kereta asal Bandung ini digunakan mengangkut delegasi negara sahabat yang ikut pada setiap peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 silam.
Hal tersebut dibenarkan seorang petugas kereta api yang tidak ingin identitasnya disebutkan. "Belum ada lonjakan berarti," ungkapnya.
Harga tiket KA Parahyangan yang diresmikan pengoperasiannya oleh almarhum Menteri Perhubungan RI Frans Seda yang disaksikan Gubernur Jawa Barat Solihin GP waktu itu masih memasang tarif yang sama untuk kelas bisnis pada kisaran Rp 30.000 dan Rp 50.000 untuk eksekutif (AC).