In Memoriam KA Parahyangan
Boediono dan KA Parahyangan
Terhitung tanggal 27 A
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terhitung tanggal 27 April 2010 PT. Kereta Api Indonesia akan menghentikan operasional KA Parahyangan yang melayani relasi Jakarta-Bandung. Sebagai penggantinya KA Malabar yang akan melayani rute Bandung-Malang akan memulai tugas perdananya pada tanggal 30 April 2010 mendatang.
Namun, masih ingatkah di dalam benak Anda saat Wakil Presiden, Boediono pernah menumpang kereta api kebanggaan rakyat Bandung tersebut saat hendak mendeklarasikan diri sebagai pendamping setia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di GOR Sabuga, Bandung?Kala itu, Pak Boed, sapaan akrab Boediono pergi dengan membawa istri yang setia mendampinginya, Herawati beserta para rombongan tim sukses Partai Demokrat yang diketuai oleh Rizal Malarangeng. Mereka menaiki kereta yang berangkat pukul 8.30 WIB dari stasiun Gambir menuju Bandung, Jumat, 15 Mei 2009.
Boediono menempati gerbong kereta yang terlihat tua, karena meski lantainya bersih masih terdapat noda di mana-mana. Kursi gerbong pun lusuh dan beberapa berdebu. Bahkan, kaca jendela di seberang kursi yang ditempati Boediono juga retak-retak.Sementara itu, kue yang disajikan berupa jajanan pasar seperti kue lapis legit, lontong isi, dan lainnya.Tetapi pelayanan yang terkesan kurang berkelas tak lantas membuat Boediono yang dipilih sebagai cawapresnya SBY merasa risih, buktinya, mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut terlihat cukup duduk rileks meski hanya menaiki kereta kelas eksekutif seharga Rp. 52.000 per orang.
Suasana gerbong pun tidak terasa senyap, gelak tawa dan riuh suasana terlihat hampir selama kereta menyusuri rel Jakarta menuju Bandung.Sepanjang perjalanan, Boediono pun tidak henti-hentinya dikerubuti wartawan, saat hendak menaiki gerbong kereta maupun ketika tiba di stasiun Bandung.