Sabtu, 24 Januari 2026

Peringatan May Day

Polisi Prioritaskan Jaga Pabrik dari Sweeping Buruh

Pabrik-pabrik yang ada di Jakarta dan sekitarnya akan diprioritas penjagaan pada peringatan Hari Buruh 1 Mei mendatang.

Editor: Prawira
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pabrik-pabrik yang ada di Jakarta dan sekitarnya akan diprioritas penjagaan pada peringatan Hari Buruh 1 Mei mendatang.

Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Rabu (28/4/2010), mengatakan, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Wahyono sudah memerintahkan para kepala kepolisian resor agar memprioritaskan penjagaan di pabrik-pabrik dari upaya razia yang mungkin dilakukan para buruh pada saat Hari Buruh.

Sejak beberapa tahun lalu, pabrik-pabrik di kawasan Tangerang dan Bekasi selalu menjadi sasaran razia para buruh yang ingin berdemonstrasi untuk memperingati Hari Buruh. Mereka menggedor pintu pabrik, lalu memaksa masuk ke dalam guna meminta pemilik pabrik menghentikan kegiatan dan mengizinkan buruhnya pulang untuk ikut demo.

Akibatnya, pemilik pabrik merasa resah dengan kejadian yang terjadi hampir tiap tahun itu. Itu sebabnya polisi kemudian menyiagakan anggota di sekitar kawasan pabrik.

Pengamanan

Berkaitan dengan antisipasi razia di pabrik-pabrik, Boy menyatakan, pengamanan kawasan pabrik dan titik kumpul para buruh yang akan merayakan Hari Buruh dilakukan oleh tingkat kepolisian sektor, kepolisian resor, hingga Polda Metro Jaya.

”Pengamanan di tingkat polda akan lebih dikonsentrasikan ke tempat tujuan aksi buruh, misalnya Istana Presiden dan Wapres, Gedung DPR, Depnakertrans, Jamsostek, dan Bundaran Hotel Indonesia,” kata Boy. Total polisi yang dikerahkan untuk peringatan Hari Buruh 15.000 orang yang berjaga di 14 titik.

Sampai Rabu, sembilan elemen buruh dengan 5.000 orang sudah memberi tahu akan berdemonstrasi, tetapi Boy tak hafal nama elemen buruh itu. Polisi mengimbau peserta unjuk rasa mematuhi aturan lalu lintas agar semua berjalan tertib. Penyelenggara unjuk rasa juga diminta menyediakan kendaraan sesuai jumlah peserta demo.

”Jangan sampai mobil pendemo membawa penumpang melebihi kapasitas dan ada yang naik di atap bus karena kami akan menindak sopir pembawa rombongan seperti itu,” kata Boy menjelaskan.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved