Tanggul Kalimalang Jebol
Penyaluran Air Bersih Diutamakan di Kawasan Padat Penduduk
Menghadapi krisis air bersih pascajebolnya tanggul Kalimalang pada hari Rabu (31/8/2011) kemarin sepanjang 10 meter
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menghadapi krisis air bersih pascajebolnya tanggul Kalimalang pada hari Rabu (31/8/2011) kemarin sepanjang 10 meter, Gubernur DKI Jaya mengatakan, sudah ada upaya pengiriman air bersih, menggunakan mobil tangki, ke perumahan-perumahan penduduk.
Kepada wartawan yang menemuinya, dalam sidak ke Terminal Antar Kota Pulogadung, DKI Jaya, Minggu (4/9/2011), ia mengatakan droping air bersih itu sudah berjalan dari kemarin.
"Dari kemarin ada dropping, saya berdayakan mobil tangki di Jakarta," ucap pria yang akrab dipanggil Foke ini, kala ditemui wartawan di Terminal Pulo Gadung, Minggu (4/9/2011), siang.
Menurutnya, dropping air bersih itu didahulukan untuk kawasan perumahan, padat penduduk. Dimana ia mengklaim distribusi air bersih yang dilakukan pihaknya tersebut sudah berjalan dengan cukup baik.
"Kawasan padat penduduk prioritas, penyebaran cukup bagus, mudah-mudahan hari ini bisa disalurkan di Pejompongan," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tanggul pintu air pelimpasan Kalimalang, Jakarta Timur, jebol di hari Rabu, kemarin.
Kondisi itu menyebabkan sejumlah kawasan di Jakarta krisis air bersih karena produksi air bersih di Pejompongan, Jakarta, terhenti.