Banjir Dahsyat Jakarta

Perahu Karet Dikerahkan Bagi Warga Pondok Labu

Suku Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Selatan mengerahkan petugas dan perahu karet

zoom-inlihat foto Perahu Karet Dikerahkan Bagi Warga Pondok Labu
kompas.com
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta Selatan sore ini membuat kali krukut meluap. Kejadian itu membuat beberapa lokasi di Kelurahan Pondok Labu mengalami banjir.

Guna mengatasi penangangan banjir yang melanda perumahan penduduk, Suku Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Selatan mengerahkan petugas dan perahu karet. Kini, pihak pemadam sedang dalam perjalanan menuju lokasi banjir.

"Ada dua perahu karet yang kita bawa bersama para petugas. Lokasinya di Jalan Bango, tepatnya di RT 8, 10, 11, dan 14, semuanya di RW 3 Kelurahan Pondok Labu Kecamatan Cilandak," kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Selatan, Muchtar ketika dihubungi wartawan, Minggu (30/10/2011).

Muchtar mengatakan lokasi tersebut merupakan daerah banjir langganan saat hujan turun dalam waktu yang lama. Ia pun mengaku terkendala dalam menangani banjir di daerah tersebut.

"Dapur umum sudah dibuat di mushola terdekat di sana. Hambatannya adalah susahnya warga dievakuasi karena mereka sudah biasa kena banjir di sana," katanya.

Sementara itu Ketua RT 11/RW 3 Giyono mengatakan warganya sudah meninggalkan rumah dan menyelamatkan diri. "Air langsung meluap, masuk ke rumah sudah sebatas jendela rumah. Ya sekitar leher orang dewasa tingginya. Kami butuh perahu karet," kata Giyono.

Giyono mengatakan air mulai masuk ke rumah-rumah warga saat hujan turun dengan derasnya sekitar pukul 16.40 WIB. Lalu ketinggia air terus meningkat saat hujan tidak menunjjukan tanda berhenti. Hingga kini, Giyono mengaku belum menerima bantuan agar warga dapat mengevakuasi diri.

"Begitu hujannya deras, nambah tinggi airnya. Airnya bercampur lumpur dan sampah," imbuhnya.

Ia mengatakan warga langsung dievakuasi menggunakan peralatan seadanya. Beberapa warga dievakuasi ke rumah sanak saudaranya di tempat yang lebih aman.

"Anak-anak dibawa pakai bath tub, barang-barang pakai ember. Warga juga diungsikan ke mushola Damul 'Ain, itu mushola terdekat dan lumayan aman karena tingkat dua. Belum ada bantuan datang," jelasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved