Penusukan Siswa SMA
Teman Raafi: Semoga Dia Tersenyum di Surga
Kepergian Raafi Aga Winasya Benjamin meninggalkan kenangan tersendiri bagi teman-temannya.
Laporan Wartawan Tribunnews.com : Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepergian Raafi Aga Winasya Benjamin meninggalkan kenangan tersendiri bagi teman-temannya. Teman-teman sekolahnya terlihat sangan kehilangan anak berambut gondrong itu.
Timoty atau yang akrab dipanggil Cimot mengungkapkan kepada wartawan bahwa dirinya sengaja datang untuk nyekar (tabur bunga) sekaligus merayakan ulang tahun Raafi ke 18 yang jatuh tepat pada hari ini, Jumat (2/12/2011).
Raafi yang dikenal pandai bergaul menyisakan kenangan tersendiri bagi Cimot. "Gue sempet memimpiin Raafi main PS ke rumah gue," ucapnya saat ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Ia mengaku sangat dekat dengan Raafi dan beberapa kali pernah ikut berlibur bareng ke Bali dan Taman Safari. "Dia kayak saudara sendiri, baik, selalu ada, friendly," kata anak yang duduk bersebelahan dengan Raafi di sekolah.
Hal yang paling diingat Cimot dari Raafi ialah rambutnya. "Gondrong banget dan keriting. Waktu itu di kelas lagi bawa boombox, dia joget-joget saja di kelas," ujarnya.
Cimot berdoa semoga Raafi bisa tenang di alam kubur. "Saya ingin dia senyum di surga," ucapnya.
Raafi Aga Winasya Benjamin tewas setelah ditusuk orang tidak dikenal di Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2011) lalu. Saat itu dirinya sedang menghadiri ulang tahun teman sekolahnya.
Kini polisi sudah menangkap lima orang yang diduga pelakunya HC , TG, FJ, FB, dan R. Tetapi polisi masih mendalami dari kelima tersangka tersebut, siapa orang yang menusuk Raafi.