Rabu, 10 Juni 2026

Public Service

Tanpa Zebra Cross Stasiun Palmerah Sangat Berbahaya

Tiadanya Zebra Cross dan lampu kuning peringatan di Stasiun Palmerah bahayakan penyeberang.

Tayang:

Laporan Wartawan Tribunnews, Agung Budi Santoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Entah sudah berapa kali para penumpang kereta api yang turun di Stasiun Palmerah Jakarta Barat terserempet sepeda motor atau mobil gara-gara tidak adanya lampu kuning sinyal peringatan pengurang kecepatan bagi kendaraan yang melintas.

Faktor tidak adanya garis-garis zebra cross di depan Stasiun Palmerah menuju arah Jalan Palmerah Barat juga menambah risiko tinggi bagi penyeberangan jalan. Karena itu tak heran kalau sudah beberapa kali penumpang kereta yang baru turun terserempet kendaraan yang melintas saat menyeberang.

"Harusnya ada garis-garis Zebra Cross dan lampu kuning sinyal peringatan biar mobil dan motor yang lewat mengurangi kecepatan saat melintas di depan stasiun. Jadi, ya nggak heran kalau di sini orang sering keserempet," tutur Ody, seorang tukang ojek yang mangkal di depan stasiun Palmerah, Selasa pagi (13/3/2012).

Pantauan Tribunnews, para penumpang yang baru turun dari kereta memang harus melambai-lambaikan tangan saat menyeberang untuk memberi peringatan kepada para pengendara melintas agar mengurangi kecepatan.

Namun dalam kondisi kecepatan tinggi, lambaian tangan para penyeberang terkadang dicueki begitu saja dan mobil tetap melesat cepat. Ini yang potensial tinggi menimbulkan insiden.

Apalagi di lokasi penyeberangan tidak tampak ada petugas yang mengatur dan membantu para penumpang menyeberang ke arah lorong menuju Jalan Palmerah Barat.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved