Minggu, 7 Juni 2026

Suara Maya Rumantir Buat Perdamaian Indonesia

Lama sudah sosok artis yang bersinar pada 1979 ini tidak tampak di layar televisi.

Tayang:
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM -  Lama sudah sosok artis yang bersinar pada 1979 ini tidak tampak di layar televisi. Parasnya yang anggun dengan karya-karyanya yang selalu membawa pesan kebangsaan dan perdamaian serta suara kerukunan antarumat beragama dari Sabang sampai Merauke seakan "hilang".

Pribadi yang dahulu selalu menghiasi acara televisi Pandu Prestasi Putera Pertiwi itu, kini hadir kembali setelah 2004 lalu menikah dengan Takala Hutasoit. Di perayaan ulang tahunnya ke-48, KETUA Umum Yayasan Maya Bhakti Pertiwi, Maya Olivia Rumantir, atau dikenal Maya Rumantir muncul kembali.

Tak berubah. Kehadirannya tetap seperti 23 tahun lalu saat dirinya mendirikan sebuah komunitas, yaitu komunitas Persahabatan dan Perdamaian.

Malam saat dirinya didaulat sebagai yang berbahagia merayakan Ultah, Maya tampil dengan balutan pakaian merah muda seakan ingin mengatakan semangat dirinya menyampaikan dan berkarya buat bangsa ini masih terus menyalak.

"Indonesia Bersinar, Selamatkan Generasi Masa Depan Bangsa." Pesan inilah yang disuarakan dan diajaknya bagi seluruh anak bangsa. Lantunan lagu Indonesia Bersinar yang dibawakan Maya mengajak seluruh warga bangsa ini untuk berbuat dan bergerak bersama membangun perdamaian, kerukunan antarumat beragama di tanah ibu pertiwi.

Maya mengenai 23 tahun perjalanannya yang lalu. Ia sadar bahwa 23 tahun lalu saat dirinya mendirikan sebuah komunitas, yaitu komunitas Persahabatan dan Perdamaian, mimpi ini berhasil karena kebersamaan dengan tokoh-tokoh agama, para rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang memiliki latar belakang pemikiran dan agama dan yang mau memiliki satu hati yang mau memajukan bangsa ini.

"Untuk itu saya sangat menghormati para pemuka agama," ucapnya, pada Ultah ke-48 tahun, di Hotel Intercontinental Midplaza, Jakarta, Senin (2/4/2012) malam. Hadir para tokoh agama dari kalangan agama Islam, kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghuju. Serta para tokoh bangsa lainnya.

"Saya bisa seperti sekarang ini karena dukungan banyak pihak. Saya adalah salah satu puteri bangsa yang rindu, dimana pasti semua warga bangsa rindu untuk bangsanya selalu bersinar," demikian kerinduan Maya.

Kira-kira lima hari yang lalu, kenangnya, ia tergerak untuk membuat acara ultahnya untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia meresapi rasa kebangsaan.

"Saya menangis melihat bangsa kita. Namun saya tidak bisa berbuat apa-apa, selain daripada berdoa dan melakukan sesuatu. Oleh karena itu melihat situasi bangsa kita seperti ini, saya rindu membuat sesuatu berita yang berbeda mass media, mengimbangi berita-berita yang penuh dengan kekerasan dan hampir-hampir tenggelam seperti tidak bertuhan," ujarnya.

Saya melakukan ini semua, Maya menerangkan, karena kesadaran bahwa bangsa ini membutuhkan keterlibatan yang aktif dan nyata. Bangsa ini sekarang ini memang hancur , tentu saja semua anak bangsa tidak bisa membiarkan terjadi terus seperti ini.

"2004 saya menikah, saya menghilang. Seolah-olah kemana Maya Rumantir, begitu mungkin ya. Dorongan lima hari yang lalu mendorong saya untuk hadir dan berkarya lagi. Hari ini saya berharap dengan hadirnya rekan-rekan pers, bukan memberitakan Ulang tahun saya. Tetapi Indonesia bersinar, selamatkan Generasi Muda Bangsa," tegasnya.

"Tadi saudaraku mendengarkan lagu Indonesia Bersinar, itu saya ciptakan tahun ini. Mudah-mudahan lagu itu dan lagu-lagu lainnya yang akan saya bawakan nantinya bisa membantu kita melihat lebih terang apa sebenarnya yang harus kita lakukan bersama-sama," lanjutnya berharap.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved