Siswi Korban Penganiayaan Guru SMP 287 Kembali Sekolah
KS (14), yang menjadi korban pemukulan Herman Hasibuan, guru SMPN 287 Kampung Makasar, Jakarta Timur, kembali aktif mengikuti pelajaran.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KS (14), yang menjadi korban pemukulan Herman Hasibuan, guru SMPN 287 Kampung Makasar, Jakarta Timur, kembali aktif mengikuti pelajaran.
Rasa sakit di bagian kepala KS, akibat terkena pukulan pun sudah mulai membaik.
"Sudah mulai lancar beraktivitas di sekolahan, meski katanya masih ada rasa takut," kata Niken Saptono, ibu korban, Jumat (8/6/2012).
Sebelumnya, KS selalu mengeluhkan rasa sakit pusing dan demam akibat dipukul gurunya yang bernama Herman Hasibuan saat jam pelajaran berlangsung.
Bahkan sempat mengalami trauma karena terlalu seringnya insiden pemukulan yang dilakukan sang guru.
Berdasarkan pengakuan murid, guru melakukan pemukulan saat mengajar. Hal itu terjadi ketika si murid tidak bisa menjawab pertanyaan guru mata pelajaran Matematika tersebut.
Namun, kini kasus tersebut sudah berujung damai dengan dilakukannya mediasi antara pihak sekolah, orangtua, serta murid dan guru yang bersangkutan. Perjanjian damai pun disepakati atas dasar beberapa ketentuan yang tidak boleh dilanggar.
Sebelumnya diberitakan, seorang siswi Sekolah Menengah Pertama 287, Makassar, Jakarta Timur mengaku dipukul oleh gurunya sendiri saat di kelas.
Bersama orangtuanya, siswa tersebut pun melaporkan tindakan sang guru ke Polres Metro Jakarta Timur.
Menurut korban berinisial KS (14), pemukulan tersebut terjadi pada Selasa, 29 Mei 2012 lalu. Saat itu, sang guru yang bernama Herman Hasibuan diketahui menggantikan salah seorang guru mata pelajaran matematika, karena berhalangan hadir.
"Setelah selesai menerangkan, Pak Herman nanya, apa ada yang mau tanya. Karena nggak ada yang nanya, akhirnya dia ngasih soal ke kami," ujarnya kepada wartwan di Polres Jakarta Timur, Jumat (1/6/2012) malam lalu.