Rabu, 10 Juni 2026

Tergiur Imbalan Motor, MS Nekat Habisi Nyawa Jordan

MS (14) salah satu tersangka pelaku pembunuhan terhadap ayah dan anak, Jordan Raturomon (50) dan Edward Raturomon (22) yang

Tayang:
Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - MS (14) salah satu tersangka pelaku pembunuhan terhadap ayah dan anak, Jordan Raturomon (50) dan Edward Raturomon (22) yang ditemukan tewas di dalam kamar mandi rumahnya Rabu (18/7/2012) pukul 12.00 WIB di Perumahan Satria Jingga Blok F1 Nomor 11 RT 03/14, Desa Raga Jaya, Kecamatan Bojong Gede, mengaku nekat menghabisi nyawa orang lain karena ingin memperbaiki ekonominya dan keluarganya.

Dengan menggunakan jaket untuk menutupi wajahnya, MS mengaku dirinya dijanjikan akan diberikan motor dan uang sebesar tiga juta rupiah (6 juta berdua D) dengan melakukan pembunuhan tersebut. Dengan suara lirih diiringi isakan tangis ia mengatakan bermaksud menggunakan motor tersebut untuk mengojek motor.

Dengan polos MS mengatakan bahwa dengan menarik ojek dirinya bisa "naik kelas" dari sebelumnya seorang pemulung menjadi tukang ojek. MS juga mengatakan ia ingin punya motor agar bisa mengajak teman perempuannya jalan-jalan dengan menggunakan motor.

MS yang mengaku lulus kelas enam SD itu menyatakan amat menyesal atas tindakannya yang sudah menghilangkan nyawa orang lain. Ia menuturkan dirinya diajak D (pelaku yang saat ini masih buron) untuk ikut serta dalam pembunuhan sadis tersebut.

"Yang ngajak D, kapak sama martil sudah disiapin (oleh perencana)," tutur MS saat berkonsultasi dengan Ketua Komnas Anak, Aris Merdeka Sirait di Mapolresta Depok, Senin (23/7/2012).

Dalam proses pembunuhan tersebut MS mengaku hanya berperan memukul Jordan dengan menggunakan martil, yang menyeret mayat ke kamar mandi dan menghabisi Edward dilakukan oleh D.

MS mengatakan dirinya amat menyesal dan ketakutan, ia mengaku sejak dipenjara tidak bisa makan dan tidur karena merasa bersalah dan ketakutan.

MS pun meminta maaf kepada keluarga korban atas perbuatannya tersebut, ia menyebut dirinya khilaf sampai bisa melakukan tindakan sekejam itu. Sambil menangis, MS juga mengaku selalu meminta ibunya untuk mendoakan dirinya agar tidak mendapat hukuman yang berat.

"Disuruh doa dan sholat sama ibu," tandas MS sambil terisak.

Baca Juga:

Sumber: TribunJakarta
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved