Xenia Maut Hantam Pejalan Kaki
Afriyani: Saya Bukan Monster Berdarah Dingin
Afriyani Susanti, dalam pembacaan nota pembelaannya (Pledoi) membantah dirinya melakukan pembunuhan secara sengaja.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus kecelakaan yang menewaskan sembilan orang, Afriyani Susanti, dalam pembacaan nota pembelaannya (Pledoi) membantah dirinya melakukan pembunuhan secara sengaja.
"Saya tak ada niat hilangkan nyawa seseorang. Saya bukan monster yang tak berperasaan dan berdarah dingin," ujar Afriyani dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2012).
Afriyani yang ketika membacakan pledoinya sambil meneteskan air mata, juga mengkritisi opini-opini yang beredar di masyarakat pascakecelakaan pada Januari 2012 lalu, bahwa mimik mukanya tidak menunjukkan penyesalan.
"Kenapa wajah saya tidak nampak ada penyesalan? Apakah mungkin mimik seseorang bisa menjadi penilaian sebuah penyesalan? Kalau menilai dari wajah, lalu buat apa Tuhan anugerahkan kita hati?" kata Afriyani.
Afriyani juga memohon pengampunan kepada Majelis Hakim yang dipimpin oleh Antonius Widyanto selaku ketua. Dirinya masih ingin mewujudkan cita-citanya dan masih ingin merawat ibunda yang telah membesarkannya.
"Oleh karena itu, saya memohon kepada pak Antonius, Martin dan Sunardi (Majelis Hakim) untuk memvonis sesuai hati nurani yang paling dalam dan tak kesampingkan fakta-fakta di persidangan," kata Afriyani.