Gamawan Fauzi Keukeuh Pemilihan Gubernur Melalui DPRD

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengapresiasi adanya wacana pilkada tidak langsung. Ide itu menyatakan bahwa pemilihan kepala

Gamawan Fauzi Keukeuh Pemilihan Gubernur Melalui DPRD
Tribun Medan/DEDY SINUHAJI
Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi berbincang dengan Plt Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho dalam sebuah acara belum lama ini.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengapresiasi adanya wacana pilkada tidak langsung. Ide itu menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah dipilih melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Gamawan mengatakan, pemilihan tidak langsung itu bisa diterapkan pada tingkat provinsi.

"Ya untuk tingkat provinsi diserahkan kepada DPRD, tapi kabupaten kota masih tetap pemilihan langsung," kata Gamawan di gedung DPR, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Gamawan mengatakan, pilkada tidak langsung itu selaras dengan UUD 1945 yakni perwakilan bagi seluruh rakyat Indonesia. "Kalau kita menganut itu ya harus melalui perwakilan saja," imbuhnya.

Selain itu, Gamawan, mengatakan, Pilkada tidak langsung akan menghemat biaya.

"Ya itu di dalam kampanye ada rencana itu (pilkada perwakilan). Tapi kalau sudah melalui DPRD itu biayanya pasti murah. Karena tidak perlu kampanye lagi dan tidak usah juga kampanye di luar lagi cukup di DPRD saja seperti menyampaikan visi dan misi," tukasnya.

Sebelumnya, Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama merekomendasikan pemilihan kepala daerah, baik gubernur maupun bupati/wali kota, dilaksanakan secara tidak langsung atau melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Rekomendasi tersebut merupakan hasil pembahasan komisi maudluiyah yang dipimpin oleh KH Hartami Hasni di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat.

"NU berpendapat pilkada langsung harus ditinjau ulang, kembali ke pilkada tidak langsung oleh DPRD," kata Katib Aam PBNU KH Malik Madaniy saat menjelaskan hasil rapat komisi kepada wartawan.

Alasannya, selain pilkada langsung tidak sesuai dengan Pancasila, kerugian yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan kemaslahatan yang diperoleh.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Anwar Sadat Guna
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved