Kerap Dirampok, Alfamart Evaluasi Penyimpanan Brankas
Menanggapi maraknya minimarket Alfamart jadi sasaran perampokan karena diduga isi brankas Alfamart lebih banyak dari minimarket lainnya
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menanggapi maraknya minimarket Alfamart jadi sasaran perampokan karena diduga isi brankas Alfamart lebih banyak dari minimarket lainnya, cukup memberi hikmah bagi para pengusaha Alfamart.
"Dari terungkapnya kasus perampokan ini. Dan saya mendengar langsung pengakuan pelaku perampokan jika Alfamart lebih banyak dirampok, ini pastinya banyak hikmah yang kami ambil," ucap Solihin, Corp Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Rabu (26/9/2012) di Mapolda Metro Jaya.
Untuk mengantisipasi terulangnya aksi perampokan minimarket, Solihin mengaku sudah berupaya melakukan antisipasi di antaranya memasang CCTV dan menjalin kerjasama dengan warga agar ikut serta menjaga keamanan Alfamart.
Terkait masalah CCTV, Solihin mengaku pihaknya telah memasang CCTV di seluruh Alfamart di Jakarta. Sementara di luar Jakarta memang masih ada yang belum dipasang CCTV.
"Memang kami memasang CCTV secara bertahap. Tapi kalau untuk wilayah Jakarta semua sudah ada CCTV. Kalau untuk peningkatan pengamanan sudah pasti kami lakukan. Pengamanan ini lebih ke lingkungan dalam hal ini warga untuk membantu keamanan, dan selalu berkoordinasi dengan keamanan lingkungan," tutur Solihin.
Solihin memaparkan, ke depannya ia akan mengevaluasi terkait penempatan brankas dan kunci brankas yang selalu menjadi incaran utama para perampok.
Menurut Solihin, selama ini yang berlaku ialah standart penempatan uang tunai memang dari kasir disimpan di brankas. Dan kunci brankas disimpan oleh pegawai minimarket.
"Sekarang pelaku sudah tahu, tidak lagi mengincar kasir tapi mencari brankas. Nanti kami pikirkan jalan terbaik dan akan lebih tingkatkan pengamanan dan kewaspadaan," singkat Solihin.
BACA JUGA: