Korban Mutilasi di Tol
Sebelum Dibunuh, Tuti Minum Tuak Bersama Benget Hingga Mabuk
Benget Situmorang (36) pelaku mutilasi terhadap pasangan kumpul kebonya Darna Sri Astuti alias Tuti (33)
Laporan Wartawan Warta Kota, Budi Sam Law Malau
TRIBUNNEWS.COM - Benget Situmorang (36) pelaku mutilasi terhadap pasangan kumpul kebonya Darna Sri Astuti alias Tuti (33), ternyata mengaku sempat mabuk bersama dengan Tuti, sebelum Benget menghabisi nyawa Tuti.
Pengakuan Benget itu diungkapkan kepada penyidik dan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan. Benget mengaku ia minum tuak bersama Tuti di dalam kamar di rumah mereka, di Jalan Raya Bungur, RT 11 RW 06, No 11, Kelurahan Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur pada Kamis (28/2/2013). Setelah mereka mabuk, Benget memukul kepala dan kaki Tuti dengan tongkat.
"Iya, pengakuan tersangka kepada penyidik seperti itu," kata Djarot Widodo, kuasa hukum yang ditunjuk polisi mendampingi Benget kepada Warta Kota, Minggu (10/2/2013).
Menurut Djarot, Benget menyiksa Tuti selama tiga hari sebelum akhirnya Tuti diketahui Benget meninggal dunia,Senin (4/3/2012). Motif penyiksaan Benget secara sadis pada Tuti, karena Benget menuduh Tuti berselingkuh. "Saat pelaku mengetahui korban meninggal, pelaku memutilasinya, pada Senin itu," kata Djarot.
Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Mulyadi Kaharni yang dihubungi Minggu membenarkan hal itu. Menurutnya dari pengakuan tersangka yakni Benget, ia memang sering minum tuak bersama dengan pasangan kumpul kebonya Tuti.
Hal ini dikuatkan oleh kesaksian Tini, pembantu rumah tangga di rumah Benget yang juga membantu Benget berjualan soto di depan rumahnya. Bahkan Tini dan Benget diketahui menjalin hubungan asmara tanpa sepengetahuan Tuti.