Hingga Kini Bocah Korban Sodomi Masih Trauma
Mengobati trauma yang dialami FF (5) korban sodomi kni menjadi tugas bagi pasutri Redo (31) dan Marijah Harahap (27).
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengobati trauma yang dialami oleh FF (5) korban sodomi yang diduga dilakukan oleh Briptu NE dan seorang tukang bangunan pada Februari lalu, kni menjadi tugas bagi pasutri Redo (31) dan Marijah Harahap (27).
Pasutri ini harus ekstra sabar untuk mendampingi sang anak dan pelan-pelan berupaya menghapus trauma. Tak dapat dipungkiri dan memang kenyataan, FF mengalami perubahan sangat besar dan mencolok pasca kejadian yang memilukan tersebut.
Marijah Harahap, ibunda FF mengatakan pasca kejadian yang tidak manusiawi itu, anak pertama dari dua bersaudara ini mengalami perubahan sikap. FF menjadi sangat sensitif, kerap menangis, tidak bisa ditinggal sendiri, dan kerap mengigau tengah malam.
"Tengah malam dia (FF) suka mengigau, "om lepaskan saya om" teriak-teriak begitu. Kadang saya ditendang. Sepertinya peristiwa itu terekam jelas di ingatannya," ujar Marijah Harahap, Senin (20/5/2013) di Mapolda Metro Jaya.
Tak hanya itu, FF juga tidak bisa ditinggal sendiri dan tidak mau jauh dari pelukan sang bunda. Sehingga, kemanapun orangtuanya pergi FF selalu dibawa.
Jika diperhatikan secara sekilas, memang tidak ada yang aneh dari diri FF. Bocah itu memang memiliki fisik yang putih, dan ganteng. Namun kadang-kala FF sering kali menangis tanpa sebab ketika tiba-tiba saja ia teringan dengan peristiwa tersebut.
Kegantengah FF, menurut ibunda FF dijadikan alasan oleh sang oknum Brimob mengapa menyukai FF. "Oknum Brimob ini bilang sendiri suka sama anak saya karena anak saya ganteng, cakep dan putih," singkat ibu rumah tangga tersebut.
Demi mengambil hati sang anak, FF mengaku pernah dimandikan oleh oknum brimob, rambutnya disisir, diberi makanan, minuman dan diperbolehkan bermain dengan burung-burung peliharaan oknum brimob tersebut.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, seorang bocah berusia lima tahun menjadi korban sodomi di Ciracas, Jaktim. Korban diketahui berinisial FF (5) disodomi dua pria dewas yaitu Briptu NE dan dan SF pada Februari lalu.
Pelaku Eko merupakan anggota brimob, sementara SF merupakan seorang kuli bangunan yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban.
Kasus ini bermula dari kecurigaan ibunda sang bocah saat hendak memandikan FF. Anak pertama dari dua bersaudara menolak karena takut. Dan saat sang ayah menemani FF buang air besar, FF sering mengeluh sakit.