Jumat, 10 April 2026

Siswa SMK di Bogor Tusuk Pacarnya karena Ngaku Hamil

Seorang siswi SMK di Kabupaten Bogor berinisial FI (16), meregang nyawa lantaran ditusuk pacarnya sendiri.

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Seorang siswi SMK di Kabupaten Bogor berinisial FI (16), meregang nyawa lantaran ditusuk pacarnya sendiri menggunakan senjata tajam, Sabtu (28/9/2013).

Adalah AR (16), pacar FI, yang melakukan penganiayaan tersebut pada Sabtu sekitar pukul 14.30 wib. Aksi itu, dipicu kepanikan AR setelah korban mengaku hamil dan meminta pertanggungjawaban.

Belakangan diketahui, AR merencanakan penganiayaan itu dilakukan ketika FI pulang sekolah di sebuah lahan kosong perumahan Cibinong. Beruntung, nyawa FI berhasil diselamatkan setelah berteriak minta tolong dan didengar warga sekitar.

AR sendiri ditangkap warga, saat berusaha melarikan diri dengan kondisi tangan berlumuran darah. Pelaku yang juga siswa SMK swasta itu, lantas digelandang polisi dan harus menjalani pemeriksaan di unit V Jatanras, Satuan Reskrim Polres Bogor.

"Kami sudah tangkap pelaku dan temannya yang menjadi saksi kejadian itu. Motifnya masih didalami, tapi penyebabnya karena korban mengaku hamil dan pelaku panik saat diminta pertanggungjawaban," ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Didik Purwanto di Mapolres Bogor, Sabtu.

Pada hari yang sama, FI menjalani perawatan di IGD RSUD Cibinong. Kondisinya masih lemah akibat luka yang dideritanya. Warga Gang Al-Nur, RT 5/8, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, tersebut mengalami luka sayatan di leher, pipi, perut dan kedua pergelangan tangan.

"Iya, saya memang pacaran dan lagi ada masalah pribadi sama pacar saya," ujar FI di IGD RSUD Cibinong.

Sejumlah teman satu kelas korban terus bergiliran menjaga FI. Ibu korban, Fathonah (35), lebih memilih menunggu di teras depan ruang IGD RSUD Cibinong.

"Saya dikasih tahu temannya kalau anak saya dirawat di sini. Saya Tidak tahu dia punya pacar, soalnya anaknya tertutup," ujar Fathonah dengan wajah sedih.

Menurut Indi (16), teman sekelas korban, FI tidaklah hamil. Pengakuan hamil itu dilakukan FI agar dia tidak diputus oleh AR. "Dia tidak hamil. Itu pura-pura saja, soalnya dia mau diputuskan sama pacarnya," kata Indi di RSUD Cibinong. (wid)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved