TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imbas dari pengerjaan saluran di Jalan Rawa Domba, Duren Sawit, Jakarta Timur beberapa ruas jalan tergenang, mulai Jumat 6 Desember siang.
Saluran yang tertutup tanah galian membuat air hujan yang turun beberapa hari belakangan tak dapat mengalir dan menggenangi Jalan Rawa Domba, Jalan Cimerak Selatan, Jalan Inspeksi Saluran dan Jalan Kavling Agraria setinggi sekitar 50 cm.
Akibatnya, dua Sekolah Dasar 08 pagi dan 07 pagi, terendam, kegiatan belajar mengajar di duah SD tersebut terpaksa dihentikan.
Kepala Sekolah SD 07 Pagi Endah Astuti mengatakan, banjir yang merendam sekolah ini memang kerap kali terjadi jika intensitas hujan tinggi. Meski demikian banjir tersebut berlangsung tidak terlalu lama.
"Kalau hujan gede, memang SD kami sering kebanjiran. Karena tanah di sini memang rendah sehingga mudah kebanjiran. Tapi paling hanya dua jam lalu surut. Tapi kali ini baru saja terjadi sampai 3 hari," katanya saat ditemui wartawan di ruanganya, Senin (9/12/2013).
Endah menjelaskan, banjir yang mengakibatkan hingga beberapa hari ini lantaran adanya perbaikan saluran air yang berada di belakang sekolah. Sehingga air yang ada di saluran menjadi tersmbat dan meluap.
"Mungkin habis di perbaiki, sekolan kami tidak akan kebanjiran lagi," jelasnya.
Dikatakan dirinya, para murid yang belum sempat diberitahukan pada hari sebelumnya pun dipulangkan dan dipersilahkan untuk belajar di rumah masing-masing.
"Tadi pagi anak-anak sudah datang, akhirnya saya telpon Pak Kasie (Dikdas SD) dan pengawas, akhirnya diputuskan untuk anak-anak belajar di rumah. Ada sekitar 450 siswa, semua kami pulangkan, tidak kami liburkan juga," katanya.