25 Perusahaan di Bekasi Ajukan Penangguhan UMK

Sebanyak 25 perusahaan di Kota Bekasi, Jawa Barat, telah mengajukan penangguhan upah minimum kota (UMK) 2014

25 Perusahaan di Bekasi Ajukan Penangguhan UMK
TRIBUNNEWS.COM/Adi Suhendi
Demo buruh datangi Mabes Polri minta Kapolres Kabupaten Bekasi dicopot 

Laporan Wartawan Warta Kota, Ichwan Chasani

TRIBUNNEWS.COM – Sebanyak 25 perusahaan di Kota Bekasi, Jawa Barat, telah mengajukan penangguhan upah minimum kota (UMK) 2014. Pengajuan masih menunggu persetujuan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi, Purnomo Narmiadi mengatakan bahwa puluhan perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK 2014 itu bergerak di bidang garmen, makanan-minuman, rumah sakit dan klinik kesehatan.

"Sudah ada dua perusahaan yang akan tutup apabila permintaan penangguhan itu tidak disetujui. Dua-duanya perusahaan garmen dengan jumlah tenaga kerja 1.000 orang lebih," ungkap Purnomo Narmiadi, Minggu (12/1/2014).

Selain puluhan perusahaan mengajukan penangguhan UMK 2014, ada juga tiga perusahaan yang mulai mengurangi karyawannya hingga 100 tenaga kerja. Bahkan sudah ada dua perusahaan yang benar-benar tutup alias menghentikan kegiatan usahanya.

"Dua perusahaan yang sudah tutup itu, satu bergerak di bidang garmen, satu lagi usaha makanan. Jumlah karyawannya sekitar 800 orang," imbuh Purnomo.

Menurut Purnomo, jumlah perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK 2014 lebih sedikit dibanding jumlah perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK 2013.

Sebab, ada beberapa perusahaan yang semula berencana mengajukan penangguhan, setelah negosiasi dengan pekerja, akhirnya membatalkan rencana itu. "Penangguhan UMK itu nggak gampang, karena salah satu syaratnya harus ada persetujuan dari serikat pekerja," kata Purnomo.

Tahun lalu, kata dia, ada 30 perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK, namun hanya 18 perusahaan yang disetujui. Mayoritas yang mengajukan penangguhan UMK 2014 ini adalah perusahaan yang tahun lalu juga mengajukan penangguhan.

"Dari 18 perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK 2013, hanya satu yang bisa menjalankan UMK 2014," terangnya.

Puluhan perusahaan itu mengajukan penangguhan UMK 2014 karena ketentuan UMK 2014 itu jauh di atas kemampuan keuangan mereka. UMK Bekasi tahun 2014 ditetapkan sebesar Rp2.441.954, sedangkan Upah Kelompok II sebesar Rp2.686.149 dan Kelompok I sebesar Rp2.814.104.

"Kenaikan upah tenaga kerja melampaui batas kemampuan keuangan perusahaan. Karenanya selalu Apindo katakan, kami bukannya minta upah murah, tapi upah realistis, yang sesuai dengan kondisi," kata dia

Di Kota Bekasi, kata Purnomo, terdapat sekitar 800 perusahaan, 200-an diantaranya tergolong perusahaan besar. Dari ratusan perusahaan itu, sudah banyak yang menjajaki peluang di wilayah lain di luar Kota Bekasi.

"Ada yang sudah merintis di wilayah lain, dan usaha di Kota Bekasi dikurangi volume pekerjaannya. Hanya saja, kalau mau ditutup langsung butuh biaya besar, karenanya relokasi dilakukan bertahap," kata Purnomo.

Tags
Bekasi
UMK
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved